Bangunan Kelenteng Fuk Tet Che yang Megah
📅 Sabtu, 21 Jan 2023, 06:26 WIB | Oleh: Haryo BronoTaman tersebut Awalnya merupakan lahan bekas tambang yang disulap jadi tempat peribadatan umat Kong Hu Cu. Berkonsep Taman bernuansa Tionghoa dengan ornamen khas Tiongkok berwarna merah dengan kawasan seluas dua hektar.
Pintu gerbangnya berupa i gapura berbentuk naga. Kemudian di samping klenteng terdapat patung kuda putih yang disebut sebagai Dewa Penolong. Menuruni tangga depan kelenteng menuju kolam ikan yang cukup luas serta adanya jembatan dan gazebo di tengah kolamnya.
Disini para pengunjung dapat melihat ikan air tawar berbagai ukuran. Diantaranya ikan mas dan ikan nila, ada yang berwarna kuning, hitam, dan orange. Pengunjung juga bisa beristirahat di gazebo sambil memberi makan ikan.
Kuliner Peranakan
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti Petak Sembilan di Jakarta, Pangkal Pinang memiliki pecinan yang berada di Gang Singapura di Pasar Mambo. Berada di sisi Jalan Mayor Syafrie Rachman, Gang Singapura menjadi tempat yang cocok berburu kuliner di "Kota Seribu Senyuman."
Dalam sejarahnya Gang Singapura menjadi tempat bermukim orang-orang Tionghoa yang bermigrasi dari Singapura di masa lalu. Mereka selanjutnya membuka usaha di kawasan sekitar pasar Pangkalpinang, sebagai pedagang dan usaha kuliner.
Sebagai penanda Gang Singapura terdapat Kelenteng tua Kwan Tie Miaw di dekat pintu gerbang. Di pintu masuknya sendiri terdapat gapura lengkap dengan ornamen khasnya Tiongkok berupa patung naga. Selama menjelajahi gang tersebut wisatawan tidak perlu khawatir kepanasan atau kehujanan kadena sepanjang gang telah terpasang atap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sepanjang jalan banyak berdiri toko-toko yang berjualan aneka rupa termasuk makanan. MemangGang Singapura menjadi surga bagi bermacam jajanan peranakan. Pantiaw hidangan sejenis kwetiau yang dihidangkan dengan ikan dari perairan setempat merupakan kuliner khas di dini. Jajanan lain adalah lontong soto, hingga otak-otak yang terkenal sebagai makanan kecil gaya peranakan. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!