Margaret Sanger, Perempuan Kontroversial Di Balik Penemuan Pil Kontrasepsi Pertama Dunia
📅 Senin, 16 Jan 2023, 21:33 WIB | Oleh: Ilham SudrajatMitra pertamanya yang penting ialah aktivis hak perempuan Katharine McCormick, seorang janda kaya yang mendanai penelitian tersebut. Dia membujuk ilmuwan fertilitas yang kontroversial Dr Gregory Pincus untuk bergabung dengan proyek tersebut.
McCormick awalnya menyediakan dana 40.000 dollar AS. Dia kemudian terus menambah pendanaan itu hingga melampaui 1 juta dollar AS.
Setelah sepuluh tahun, pil itu siap, tetapi ada masalah dalam pengujian dan validasinya.
Pada pertengahan 1950-an, aborsi ilegal di AS, jadi tim Sanger pergi ke Puerto Riko dan Haiti. Para perempuan di rumah sakit jiwa dan daerah kumuh dilibatkan dalam pengujian, meskipun banyak dari mereka mungkin tidak menyadari apa yang mereka ambil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tentu saja, ada kecurangan yang terjadi. Tidak ada keraguan tentang itu," kata Elaine Tyler.
Pada tahun 1965, AS membuat pil kontrasepsi tersedia untuk perempuan yang sudah menikah, kemudian untuk semua perempuan pada tahun 1972.
Banyak negara lain juga mengadopsinya. Sanger merasa puas melihat pil itu membuahkan hasil sebelum kematiannya pada tahun 1966.
Sebaiknya Anda baca juga:
Margaret Sanger telah dijerat dengan tuduhan rasisme selama berpuluh-puluh tahun atas eugenetika dan pekerjaannya dengan orang-orang Afrika-Amerika.
Komunitas kulit hitam mengundangnya untuk membantu mendirikan klinik. Klinik yang disebutnya "Proyek Negro" itu bertujuan menyebarkan saran kontrasepsi kepada komunitas kulit hitam yang miskin di AS selatan.
Proyek ini menjadi sumber kontroversi, yang diangkat oleh nasionalis kulit hitam dan, kemudian, aktivis anti-aborsi.
Pada saat yang sama, ia meletakkan dasar untuk layanan kesehatan seksual dan aborsi di AS, Planned Parenthood.
Pil kontrasepsi telah muncul sebagai salah satu bentuk pengendalian kelahiran yang paling umum di dunia, setelah sterilisasi dan kondom. Sekarang ia digunakan oleh lebih dari 150 juta perempuan. BBC/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!