Margaret Sanger, Perempuan Kontroversial Di Balik Penemuan Pil Kontrasepsi Pertama Dunia
📅 Senin, 16 Jan 2023, 21:33 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat"Dia mulai juga mengembangkan narasi lain... [mengatakan] bahwa pengendalian kelahiran adalah cara untuk menjaga perdamaian dan [menghindari] kekurangan makanan," kata Dr. Caroline Rusterholz, seorang sejarawan di Universitas Cambridge, Inggris, yang berfokus pada populasi, kedokteran, dan seksualitas.
Klinik KB Pertama
Sanger akhirnya kembali ke Amerika Serikat dari pengasingan. Dia membuka klinik KB pertama di negara itu di sebuah area di Kota New York yang merupakan tempat tinggal bagi banyak perempuan imigran miskin. Klinik itu digerebek setelah baru beberapa hari dibuka dan Sanger ditangkap.
Tidak menyerah, Sanger membuka kembali kliniknya beberapa hari kemudian dan ditangkap lagi. Kali ini dia dituduh menyebabkan gangguan publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sanger diadili pada tahun 1917 dan persidangannya mendapat sorotan pers besar-besaran. Dia dinyatakan bersalah dan dihukum menjalani 30 hari di dalam penjara atau membayar denda. Sanger memilih pernjara, dan di sana dia mengajarkan para narapidana tentang pengendalian kelahiran.
"Akibat insiden ini [dia] menjadi tokoh besar di Amerika Serikat. Adik perempuannya juga dipenjara [dan] melakukan mogok makan," kata penulis biografi Sanger, Ellen Chesler.
Setelah dibebaskan, Sanger mengajukan upaya banding terhadap hukumannya namun tidak berhasil; tetapi pengadilan memutuskan bahwa dokter boleh meresepkan kontrasepsi karena alasan medis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tengah pertempuran Sanger melawan hukum, kehidupan pribadinya kacau. Pada tahun 1914, dia berpisah dari suaminya, William, dan pada tahun 1915 putrinya satu-satunya, Peggy, meninggal mendadak pada usia lima tahun.
Sanger sempat berkencan dengan beberapa pria, termasuk peneliti perilaku seksual Havelock Ellis dan penulis HG Wells. Pada tahun 1922, ia menikah dengan pengusaha minyak, James Noah H Slee. Pria itu menjadi salah satu penyokong utama gerakannya.
Sanger mencari dukungan yang lebih luas untuk gerakannya dan bergabung dengan kelompok-kelompok yang saat ini secara luas dianggap menganut pandangan yang sama sekali tidak dapat diterima.
"Dia bermitra dengan Eugenics Society ... dan menerima dana dari mereka," kata Rusterholz.
Institut Penelitian Genom Manusia AS mendefinisikan eugenetika sebagai "teori yang tidak akurat secara ilmiah bahwa manusia dapat diperbaiki melalui pemuliaan populasi secara selektif".
Tetapi sebelum holokos yang dilakukan oleh Nazi, teori-teori ini diartikulasikan tanpa banyak pertentangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!