Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Margaret Sanger, Perempuan Kontroversial Di Balik Penemuan Pil Kontrasepsi Pertama Dunia

📅 Senin, 16 Jan 2023, 21:33 WIB | Oleh:

"Dia benar-benar ingin memerangi kemiskinan, tetapi dia masih mendukung beberapa langkah eugenik yang cukup problematik, seperti sterilisasi untuk orang-orang cacat," imbuh Rusterholz.

Penulis biografi Ellen Chesler mengatakan meskipun Sanger mendukung eugenetika, dia punya pendapatnya sendiri.

"Eugenis klasik menentang pengendalian kelahiran untuk perempuan kelas menengah. Mereka tertarik pada hierarki ras dan kelas dan warna kulit. Sementara Sanger tidak. Dia ingin semua perempuan memiliki lebih sedikit anak."

Sepanjang 1920-an dan 1930-an Margaret Sanger berkeliling dunia, mempromosikan pengendalian kelahiran di China, Jepang, Korea, dan India.

Dalam sebuah surat kepada London Eugenics Society, yang mendanai perjalanannya pada tahun 1935 ke India, dia menggunakan bahasa yang sarat dengan istilah eugenetika: "untuk membawa kepada orang-orang yang lebih miskin dan yang berasal dari stok biologis yang lebih buruk pengetahuan tentang pengendalian kelahiran."

Dia sempat mempromosikan bubuk spermisida di India.

Namun muncul banyak keluhan bahwa kontrasepsi tersebut menyebabkan sensasi terbakar dan sulit digunakan tanpa pengawasan medis.

"Retorikanya sangat kuat tentang pengendalian kelahiran dan membuat kontrasepsi tersedia, terutama bagi kelas pekerja miskin. Tetapi teknologinya masih belum ada," kata Sanjam Ahluwalia.

Sanger juga bertemu dengan orang-orang India yang berpengaruh, seperti Mahatma Gandhi dan peraih Nobel Rabindranath Tagore.

Sementara Tagore mendukung kontrol kehamilan, Gandhi menganjurkan selibat dan menahan dorongan seksual. Sanger sudah berusaha sebaik-baiknya, tetapi tidak bisa mengubah pendapat Gandhi.

Perang Dunia II membuat gerakan kontrol kehamilan di kedua sisi Atlantik tidak menjadi prioritas. Tetapi setelah PD II usai, kekhawatiran baru akan ledakan populasi memberi dorongan ekstra pada gerakan tersebut.

Warisan Sanger

Sekitar periode ini Sanger, frustrasi dengan ketidakefektifan dan ketidakpraktisan bentuk kontrasepsi yang ada, seperti diafragma. Dia lalu mulai fokus pada metode oral yang lebih ramah bagi pengguna. Dia menulis tentang mimpinya tentang "pil ajaib" pada tahun 1939, tetapi dia butuh bantuan untuk mewujudkan ide tersebut menjadi kenyataan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

27 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.