Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Margaret Sanger, Perempuan Kontroversial Di Balik Penemuan Pil Kontrasepsi Pertama Dunia

📅 Senin, 16 Jan 2023, 21:33 WIB | Oleh:
Margaret Sanger, Perempuan Kontroversial Di Balik Penemuan Pil Kontrasepsi Pertama Dunia Doc: BBC/GETTY IMAGES
Ket. Margaret Sanger

"Wahai para Ibu! Mampukah Anda punya keluarga besar? Apakah Anda mau punya anak lagi? Kalau tidak, mengapa Anda masih punya anak? Jangan membunuh, jangan mengambil nyawa, tetapi cegah. Informasi yang aman dan tidak berbahaya bisa didapatkan dari perawat terlatih ..."

Deretan kalimat tersebut merupakan iklan yang muncul di New York pada 1916 untuk mempromosikan klinik keluarga berencana pertama di Amerika Serikat, yang didirikan oleh Margaret Sanger.

Kontrasepsi adalah hal yang kontroversial dan ilegal waktu itu. Klinik tersebut ditutup tidak lama kemudian dan Sanger dijebloskan ke penjara. Tetapi ketika ia meninggal 50 tahun kemudian, karya hidupnya telah mengubah keluarga berencana di seluruh dunia.

Dipuji oleh media dan cendekiawan sebagai "ibu kontrasepsi", Sanger adalah sosok yang mengembangkan pil KB pertama di dunia.

Namun, metode dan motifnya tetap kontroversial. Hubungannya dengan gerakan eugenetika telah menyebabkan dirinya dituduh menggelorakan rasisme.

"Warisan Sanger tidak semuanya baik," kata Sanjam Ahluwalia, profesor Sejarah dan Studi Perempuan dan Gender di Universitas Arizona Utara, dan penulis buku Reproductive Restraints: Birth Control in India, 1877-1947.

"Saya pikir [warisan Sanger] tidak hanya terkait dengan pembebasan [perempuan] ... tapi saya pikir meng-cancel seseorang seperti Sanger terlalu simplistik ... Seseorang perlu membacanya secara historis [dan] kritis," kata dia kepada The Forum dari BBC World Service Radio.

Sanger lahir pada tahun 1879 di negara bagian New York, anak keenam dari 11 bersaudara. Ayahnya, Michael, adalah seorang tukang batu kelahiran Irlandia. Keluarganya miskin dan tinggal di gubuk. Ibunya mengalami 18 kehamilan, dan tujuh kali keguguran.

Sanger memulai kariernya sebagai perawat dalam perawatan paliatif. Saat itu dia menyaksikan seorang perempuan meninggal karena komplikasi dalam kehamilan dan juga menyaksikan akibat dari aborsi tanpa bantuan medis.

"Undang-undang Comstock berlaku, yang melarang penggunaan sistem pos untuk mendistribusikan keluarga berencana atau informasi tentang kontrasepsi atau peralatan kontrasepsi. Ada juga undang-undang yang melarang kontrasepsi di banyak negara bagian," kata Elaine Tyler May, Profesor Studi dan Sejarah Amerika di Universitas Minnesota, dan penulis America and the Pill: A History of Promise, Peril, and Liberation.

Sanger juga harus menghadapi pengaruh kuat Gereja Katolik, yang memandang kontrasepsi sebagai dosa.

Pada Maret 1914, Sanger menerbitkan The Woman Rebel yang menganjurkan hak untuk mempraktikkan pengendalian kehamilan. Buku itu segera menarik tindakan hukum. Untuk menghindari ancaman penjara, dia mengasingkan diri atas kemauan sendiri ke Inggris.

Di sana, dia dipengaruhi oleh karya-karya Thomas Robert Malthus, yang berpendapat bahwa sumber daya di Bumi tidak akan cukup untuk mendukung pertumbuhan populasi yang tidak terkendali.

Malthus merekomendasikan untuk menahan dorongan seksual dan menunda pernikahan. Tetapi para aktivis yang dikenal sebagai neo-Malthusian mendorong penggunaan kontrasepsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.