Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IMF: Pasar Tenaga Kerja pada Tahun 2023 Tetap Kuat

📅 Sabtu, 14 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:
IMF: Pasar Tenaga Kerja pada Tahun 2023 Tetap Kuat Doc: OLIVIER DOULIERY / AFP
Ket. Kantor Dana Moneter Internasional

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) tidak akan menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan dunia 2,7 persen pada tahun ini. IMF, pada Kamis (12/1), mencatat kekhawatiran tentang lonjakan harga minyak telah gagal terwujud dan pasar tenaga kerja tetap kuat.

Seperti dikutip dari Antara, Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan 2023 akan menjadi "tahun yang sulit" lagi bagi ekonomi global, dan inflasi tetap membandel, tetapi dia tidak memperkirakan tahun penurunan peringkat berturut-turut lagi seperti yang terlihat tahun lalu, kecuali ada perkembangan yang tidak terduga.

"Pertumbuhan terus melambat pada 2023. Gambaran yang lebih positif adalah ketahanan pasar tenaga kerja. Selama orang bekerja, meskipun harga tinggi, orang membelanjakan ... dan itu membantu kinerja," kata Georgieva kepada wartawan di kantor pusat IMF di Washington.

Dia menambahkan IMF tidak memperkirakan sebuah penurunan peringkat yang besar. Itu kabar baiknya. Georgieva mengatakan IMF memperkirakan perlambatan pertumbuhan global akan mencapai posisi "terbawahnya" dan "berbalik menjelang akhir 2023 dan memasuki 2024".

Banyak Harapan

Georgieva mengatakan ada banyak harapan Tiongkok -yang sebelumnya menyumbang sekitar 35 persen hingga 40 persen dari pertumbuhan global, tetapi memiliki hasil yang "mengecewakan" tahun lalu -sekali lagi akan berkontribusi pada pertumbuhan global, kemungkinan mulai pertengahan 2023. Tapi, itu bergantung pada Beijing yang tidak mengubah arah dan tetap berpegang pada rencananya untuk membalikkan kebijakan nol-Covid.

Dia mengatakan Amerika Serikat/AS -ekonomi terbesar di dunia -kemungkinan besar akan mengalami soft landing, dan hanya akan mengalami resesi ringan, jika memang memasuki resesi teknis.

Tetapi, Georgieva mengatakan ketidakpastian besar tetap ada, termasuk peristiwa iklim yang signifikan, serangan siber besar atau bahaya eskalasi perang Russia di Ukraina, misalnya melalui penggunaan senjata nuklir.

"Kita sekarang berada di dunia yang lebih rentan terhadap guncangan dan kita harus berpikiran terbuka bahwa mungkin ada perubahan risiko yang bahkan tidak kita pikirkan. Itulah inti dari tahun-tahun terakhir. Hal yang tak terpikirkan telah terjadi dua kali," katanya.

Dia mengutip kekhawatiran tentang meningkatnya kerusuhan sosial di Brasil, Peru, dan negara-negara lain, dan dampak pengetatan kondisi keuangan masih belum jelas. Tetapi, inflasi tetap "keras kepala" dan bank sentral harus terus menekan stabilitas harga.

Georgieva mengatakan negara-negara belum melihat dampak penuh dari pengetatan kondisi keuangan. Dia memperingatkan bahwa bank sentral memiliki beberapa cara untuk melawan inflasi mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.