Membangun Harapan Baru dari Akar Rumput
📅 Jumat, 03 Okt 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
Implementasi Kopdes/ Kel Merah Putih saat ini berada di titik krusial, mengingat capaian yang masih jauh dari target sehingga membuatnya jadi ujian nyata bagi pemerintah. Program ini bisa menjadi bukti bahwa koperasi mampu jadi motor pemerataan ekonomi desa, atau justru memperlihatkan lemahnya koordinasi dan kesiapan infrastruktur.
Implementasi program Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih memang tengah menjadisorotan karena capaian di lapangan belum sebanding dengan target ambisius yang ditetapkan pemerintah. Dari rencana puluhan ribu unit yang diharapkan bisa menjadi motor ekonomi baru di desa dan kelurahan, baru sekitar seribuan yang sudah beroperasi atau siap beroperasi dalam waktu dekat. Ketimpangan antara target dan realisasi ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur, pendanaan, sumber daya manusia (SDM), serta ekosistem pendukung yang dibutuhkan agar koperasi benar-benar berjalan.
Sebagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto, Kopdes Merah Putih bukan sekadar proyek ekonomi, melainkan bagian dari strategi besar untuk menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Dengan konsep multiperan, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga penguatan UMKM, Kopdes diharapkan menjadi simpul pemerataan pembangunan di akar rumput. Namun, proses implementasi yang masih tersendat menunjukkan adanya tantangan nyata mulai dari kesiapan regulasi, sinergi lintas kementerian, hingga respons masyarakat yang beragam.
Karenanya, implementasi Kopdes Merah Putih saat ini menjadi momentum penting, apakah mampu menjawab keraguan, atau justru menambah daftar pekerjaan rumah pembangunan nasional. Untuk mengetahui bagaimana strategi pemerintah memacu implementasi program Kopdes/ Kel Merah Putih, berikut pernyataan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono yang baru dilantik pada 8 September 2025 dalam beberapa kesempatan disusunwartawan Koran Jakarta, Frederikus W Sabini.
Sejauhmana peran sentral koperasi?
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Prabowo Subianto mengamanatkan agar koperasi menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional, terutama melalui program Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih.Koperasi harus menjadi badan usaha kolektif yang memberdayakan masyarakat desa, bukan sekadar menjadi obyek pembangunan.
Koperasi berperan penting dalam membangun kemandirian ekonomi dari bawah. Rakyat kecil, yang lemah dan dhuafa, harus dihimpun dalam kekuatan ekonomi melalui koperasi. Inilah hakikat ekonomi kerakyatan.
Apa dasar pertimbangan pendirian program Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih?
Sebaiknya Anda baca juga:
Penguatan Kopdeskel merupakan wujud ide dasar Presiden Prabowo untuk mengembalikan arah perekonomian nasional sesuai amanat UUD 1945, yakni sistem ekonomi berlandaskan asas kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong. Untuk itu penguatan digitalisasinya dilakukan agar lebih berjalan maksimal.
Pembentukan Kopdeskel bukan hanya program pemerintah, tetapi keputusan ideologis dan gerakan negara. Jika koperasi maju, maka perekonomian bangsa juga akan ikut maju.
Untuk mempercepat transformasi, Kemenkop menyiapkan Asisten Bisnis bagi 10 Kopdeskel Merah Putih dan Project Management Officer (PMO) di setiap daerah, termasuk dukungan tenaga ahli paruh waktu dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang mulai disalurkan pada Oktober 2025.
Kemenkop juga menggandeng Kejaksaan melalui aplikasi Jaga Desa untuk memastikan tata kelola dan pengawasan berjalan transparan.
Ukuran keberhasilan Kopdeskel ini adalah keuntungan, karena koperasi merupakan badan usaha. Melalui SimkopdesS dan microsite, kita ingin mewujudkan koperasi yang sehat, transparan, sekaligus mampu membebaskan masyarakat desa dari jeratan pinjaman online maupun tengkulak
Kopdeskel harus berperan sebagai penyedia kebutuhan pokok dan obat-obatan dengan harga terjangkau, sekaligus mengangkat desa sebagai subjek utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!