Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas: Reformasi Sistem Pemilu Jadi Fokus Perjuangan Muhammadiyah Pasca Muktamar ke-48

📅 Senin, 02 Jan 2023, 13:33 WIB | Oleh:
Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas: Reformasi Sistem Pemilu Jadi Fokus Perjuangan Muhammadiyah Pasca Muktamar ke-48 Doc: Istimewa

YOGYAKARTA - Pada Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta, tema Reformasi Sistem Pemilu dan Suksesi Kepemimpinan 2024 menjadi salah sekian dari isu strategis kebangsaan yang dibahas.

Menurut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, pembahasan isu tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan pemilu bersih yang demokratis dan berpihak pada rakyat.

Pasalnya, Busyro mencatat ada banyak hal yang mengganggu kualitas demokrasi di Indonesia. Baik dari sisi produk hukum maupun prakteknya oleh para elit politik.

"Nah oleh karena itu, ketika kami teliti sesungguhnya pemilu itu hanya ada dua pilihan. Akan dikembalikan lagi kepada UUD 1945 bahwa pemilu itu hak rakyat dan rakyat itu punya kedaulatan di tangan mereka. Bukan di tangan pemerintah apalagi cukong, apalagi calo-calo politik," ujarnya dikutip dari situs resmi PP Muhammadiyah, Senin (2/1).

"Untuk kembali jujur dan cerdas, terbuka, ya kembalikan pada aturan-aturan pemilu. Nah UU Pemilu, UU Parpol, UU pilkada ini tidak menjamin orang-orang yang terbaik, jujur, dan terukur itu bisa dipilih. Itu karena didesain seperti itu," imbuhnya.

Selain masalah perundang-undangan, Busyro dalam wawancara pada Kamis (22/12) mengatakan bahwa para elit politik wajib memberikan keteladanan untuk patuh pada setiap aturan konstitusi.

"Rakyat ini semakin cerdas. Didiklah masyarakat ini, berilah contoh dengan rakyat itu dengan dihormati jangan melanggar konstitusi," pesannya.

"Apalagi dengan jalan kekerasan yang menggunakan aparat keamanan untuk merepresi mereka yang kritis. Mereka yang kritis itu sebetulnya peduli dengan keadaan negara kita, jangan diancam dengan Undang-Undang KUHP yang baru, UU ITE yang lama itu. Undang-Undang itu untuk melindungi kemanusiaan, bukan manusia yang dikorbankan untuk Undang-Undang. Itu filosofi Undang-Undang," jelasnya.

Pada posisi ini, Muhammadiyah sendiri kata dia akan menjalankan fungsinya sebagai organisasi masyarakat sipil dengan membawa aspirasi kebangsaan dan nilai-nilai Islam.

"Jadi kesimpulannya, Muhammadiyah tetap akan memperkokoh misi integratif kepentingan agama Islam untuk kemanusiaan universal dan untuk kepentingan kebangsaan. Sebaliknya kita berharap akhiri cara-cara yang menggambarkan kebodohan-kebodohan budaya berpolitik," pesannya.

"Nah mari terus berdoa pada Allah tapi doa itu tidak cukup, mari berikhtiar. Dan ikhtiar Muhammadiyah itu akan lugas, tetapi tegas dan santun seperti selama ini," tegas Busyro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.