Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lima Tahun Perjalanan Krisis Pengungsi Rohingya

📅 Selasa, 27 Des 2022, 08:39 WIB | Oleh:


Aung San Suu Kyi di pengadilan

Pada 11 Desember, Gambia memaparkan kasusnya di ICJ dengan Aung San Suu Kyi secara pribadi memimpin pertahanan Myanmar. Dia membantah tuduhan genosida, menyangkal klaim yang "menyesatkan dan tidak lengkap" dan bersikeras bahwa Myanmar sedang menghadapi "konflik bersenjata internal".

Dia mengakui tentara mungkin telah menggunakan kekuatan yang berlebihan.

Keputusan pengadilan

Menyampaikan keputusannya pada 23 Januari 2020, ICJ memerintahkan Myanmar untuk mengambil langkah-langkah mendesak untuk mencegah dugaan genosida dan melaporkan kembali dalam waktu empat bulan.

Kudeta

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari 2021, menggulingkan pemerintah sipil dan kemudian melakukan penumpasan berdarah terhadap perbedaan pendapat.
Aung San Suu Kyi menjadi tahanan rumah dan kemudian dipenjara selama 17 tahun setelah persidangan tertutup di pengadilan militer.

Dengan beberapa dakwaan yang masih menimpanya, wanita berusia 77 tahun itu menghadapi kemungkinan hukuman yang lebih lama.


AS menyebut genosida

Amerika Serikat pada 21 Maret 2022 secara resmi menyatakan kekerasan tahun 2017 sebagai genosida, dengan mengatakan ada bukti jelas adanya upaya untuk "menghancurkan" Rohingya.

ICJ memutuskan pada 22 Juli bahwa kasus yang diajukan oleh Gambia dapat dilanjutkan. Di bulan yang sama, pemerintah militer mengeksekusi empat tahanan, penggunaan hukuman mati pertama di negara itu dalam beberapa dekade.

Pembunuhan di kamp

Pada 10 Agustus tahun ini, dua pemimpin komunitas Rohingya ditembak mati di salah satu kamp pengungsi di Bangladesh, yang terbaru dari serangkaian pembunuhan di permukiman tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Penataan Kawasan Unggulan R...

Hasil Penataan Jalan Rasuna Said Segera Diresmikan

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
Megapolitan
Dinas PPKUKM DKI Optimalkan...
Megapolitan
Aset Negara Harus Diselamat...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PWNU Jateng dan DIY Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.