Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Menteri Todotua Dorong Mahasiswa Mempersiapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 08:06 WIB | Oleh:
Wakil Menteri Todotua Dorong Mahasiswa Mempersiapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 Doc: istimewa

JAKARTA – Persaingan ekonomi global harus siap dihadapi terutama oleh generasi muda Indonesia. Hal ini menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu kepada mahasiswa baru Universitas Trisakti dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti di Jakarta (25/08).

"Vietnam sudah melampaui angka pertumbuhan 7%. Vietnam jumlah populasi penduduknya hanya 100 juta, Negara kita populasi penduduknya 280 juta. Artinya, lebih daripada dua kali populasi Vietnam. Secara wilayah, kita jauh lebih besar. Secara potensi alam, kita jauh lebih luar biasa, lebih banyak dan beraneka ragam,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media.

Wamen Todotua menekankan pentingnya generasi muda mempersiapkan diri dalam era kompetisi global. Hal ini penting untuk mendorong tujuan bangsa ini meraih kemakmuran di era Indonesia Emas 2045.

“Generasi muda yang hari ini berusia 18 tahun akan menjadi ujung tombak bangsa di tahun 2045. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak dini dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang relevan,”  jelas Todo, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Todo mengemukakan bahwa pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 8% hingga 2029 mendatang. Capaian target pertumbuhan ekonomi itu penting untuk keluar dari middle income trap . “Tiga motor untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% adalah konsumsi, investasi dan ekspor. Ini akan terus kita dorong,” ungkapnya.

Tahun 2045 akan menjadi momen penting dalam perjalanan bangsa, yakni 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah menargetkan Indonesia dapat bertransformasi dari negara berkembang menjadi negara maju yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Todotua juga menyoroti pentingnya hilirisasi sebagai strategi kunci dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. “Selama ini kita masih mengekspor bahan mentah dan mengimpor kembali produk jadi dengan harga lebih mahal. Melalui hilirisasi, seluruh proses pengolahan harus dilakukan di dalam negeri agar memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi,” ulas Todo yang juga alumni Trisakti angkatan 1998 itu.

Dari sisi cadangan sumber daya alam, Indonesia memiliki potensi besar di berbagai komoditas strategis, mulai dari nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik, ikan tuna sebagai komoditas unggulan perikanan, hingga kelapa yang menyumbang 20–30% kebutuhan dunia. 

Menurut Wamen Todotua, pengelolaan sumber daya alam ini harus ditopang oleh investasi, teknologi, dan sumber daya manusia unggul. “Kita bisa belajar dari Tiongkok bagaimana mereka membangun ekosistem melalui investasi dan teknologi,” pungkasnya.

Berdasarkan data realisasi investasi bidang hilirisasi semester I 2025, total nilai realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp280,8 triliun. Nilai tersebut menyumbang sebesar 29,8% dari total realisasi investasi semester I 2025. Mineral menjadi sektor dengan nilai terbesar dalam realisasi investasi bidang hilirisasi yaitu sebesar Rp193,8 triliun, disusul oleh sektor perkebunan dan kehutanan dengan nilai total Rp67,4 triliun.

Selanjutnya, sektor minyak dan gas bumi sebesar Rp17,3 triliun, serta sektor perikanan dan kelautan dengan total Rp2,3 triliun. Capaian realisasi investasi hilirisasi tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi bukan lagi hanya strategi, melainkan telah menjadi penggerak penting perekonomian Indonesia.

Wakil Menteri Todotua Dorong Mahasiswa Mempersiapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta, 27 Agustus 2025 – Persaingan ekonomi global harus siap dihadapi terutama oleh generasi muda Indonesia. Hal ini menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu kepada mahasiswa baru Universitas Trisakti dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Trisakti di Jakarta (25/08).

"Vietnam sudah melampaui angka pertumbuhan 7%. Vietnam jumlah populasi penduduknya hanya 100 juta, Negara kita populasi penduduknya 280 juta. Artinya, lebih daripada dua kali populasi Vietnam. Secara wilayah, kita jauh lebih besar. Secara potensi alam, kita jauh lebih luar biasa, lebih banyak dan beraneka ragam,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.