Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

East India Company, Perusahaan Paling Berkuasa di Hindia Timur

📅 Selasa, 29 Nov 2022, 00:00 WIB | Oleh:
East India Company, Perusahaan Paling Berkuasa di Hindia Timur Doc: Istimewa

Setelah VOC bubar, perusahaan EIC tampil sebagai perusahaan baru yang perkasa. Setelah mendapatkan banyak keuntungan bagi Inggris, perusahaan ini dibubarkan pada 1858.

Salah satu pesaing tangguh Perusahaan Hindia Timur atauVereenigde Oostindische Compagnie(VOC) dalam perdagangan di kawasan Hindia timur adalah Perusahaan Hindia Timur Inggris atau English East India Company (EIC). Perusahaan ini didirikan berdasarkan piagam kerajaan pada tanggal 31 Desember 1600.

Sesuai namanya perusahaan tersebut beroperasi di wilayah Hindia timur. Wilayah ini merupakan peta besar dunia yang membentang dari Tanjung Harapan Afrika ke arah timur ke Cape Horn di Amerika selatan. Namun perusahaan meraup keuntungan besar dengan berdagang dengan India, Tiongkok, Persia, dan Indonesia selama lebih dari dua abad.

Komoditasnya dagangnya membanjiri Inggris seperti teh, tekstil katun, dan rempah-rempah yang terjangkau. Perusahaan mampu memberi keuntungan besar bagi para investor di London dengan tingkat pengembalian setinggi 30 persen.

"Pada puncaknya, English East India Company sejauh ini merupakan perusahaan terbesar dari jenisnya," kata Emily Erikson, profesor sosiologi di Universitas Yale dan penulisBetween Monopoly and Free Trade: The English East India Company.

"Itu juga lebih besar dari beberapa negara. Itu pada dasarnya mereka secarade factomenguasai sebagian besar India, yang merupakan salah satu ekonomi paling produktif di dunia pada saat itu," terang dia seperti dikutip dari lamanHistory.

Peran EIC dalam perdagangan pernah melemah pada akhir abad ke-18. Namun mereka menemukan amanat baru sebagai pembangun kerajaan. Pada satu titik, perusahaan besar ini memimpin pasukan swasta yang terdiri dari 260.000 tentara, dua kali lipat dari jumlah tentara Inggris yang ada.

Tenaga kerja semacam itu sudah lebih dari cukup untuk menakut-nakuti kompetisi yang tersisa seperti VOC dan memaksa para penguasa India terikat kontrak sepihak yang memberikan kekuatan perpajakan yang menguntungkan bagi perusahaan.

Tanpa EIC, tidak akan ada Kerajaan British Raj di India pada abad ke-19 dan ke-20. Kesuksesan besar dari perusahaan multinasional pertama di dunia membantu membentuk ekonomi global modern, terlepas hal itu baik atau buruk secara etika.

Pada hari terakhir tahun 1600, Ratu Elizabeth I memberikan piagam kepada sekelompok pedagang London untuk hak perdagangan luar negeri eksklusif dengan Hindia timur. Perusahaan monopoli perdagangan dalam arti tidak ada orang Inggris lain dapat berdagang secara legal di wilayah itu.

Di kawasan itu, EIC hadir menghadapi persaingan ketat dari Spanyol dan Portugis, yang telah memiliki pos perdagangan di India, dan juga VOC yang mendirikan pos pada 1602. Inggris, seperti negara Eropa barat lainnya, menyukai barang-barang Timur yang eksotis seperti rempah-rempah, tekstil, dan perhiasan.

Pelayaran dagang laut ke Hindia timur tidak mudah dan sangat berisiko baik karena bentrokan bersenjata dengan pesaing, dan penyakit mematikan seperti penyakit kudis. Menurut Erikson tingkat kematian karyawan EIC Company sangat tinggi yaitu mencapai 30 persen.

Piagam bagi EIC memberinya monopoli nyata di India. Perusahaan diberi wewenang mengizinkan karyawannya untuk terlibat dalam perdagangan swasta. Pada awalnya, perusahaan tidak memiliki banyak uang untuk membayar karyawannya atas pekerjaan yang sangat berbahaya ini, sehingga perlu memberikan insentif lain.

"Insentif itu adalah berdagang untuk kepentingan pribadi mereka di luar negeri," kata Erikson. "Karyawan East India Company akan berdagang baik di dalam maupun di luar aturan yang diberikan perusahaan. Ada begitu banyak peluang untuk memalsukan, menipu, dan menyelundupkan. Pikirkan tentang perhiasan, yang merupakan benda yang sangat kecil dan sangat mahal yang dapat Anda sembunyikan dengan mudah," imbuh dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 19 J...
Nasional
Hujan Diramalkan Bakal Turu...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

Kenaikan BI Rate tak Boleh Ganggu Kredit ke Sektor UMKM

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.