Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rawa Tropis Langka yang Masih Bertahan Utuh

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 07:06 WIB | Oleh:
Rawa Tropis Langka yang Masih Bertahan Utuh Doc: Foto: Domain publik
Ket. Taman Nasional Berbak , Sumatra, Indonesia.

TAMAN Nasional Berbak Sembilang memiliki sejumlah keunikan yang membuatnya berbeda dari taman nasional lain di Indonesia. Kawasan ini bukan hanya penting sebagai destinasi ekowisata, melainkan juga sebagai salah satu bentang lahan basah tropis paling utuh di dunia.

Pembentukan kawasan rawa ini merupakan hasil proses alam yang berlangsung selama ribuan tahun. Ribuan tahun lalu, wilayah pesisir timur Sumatra merupakan kawasan yang dipengaruhi oleh perubahan permukaan laut.

Endapan lumpur, pasir, dan material organik yang dibawa sungai-sungai besar dari Pegunungan Bukit Barisan terus menumpuk di sepanjang pesisir timur. Endapan tersebut perlahan membentuk dataran rendah yang sangat luas.

Karena topografinya sangat datar dan dekat dengan laut, sebagian wilayah tersebut sering tergenang air dan ditumbuhi vegetasi tropis yang sangat lebat. Saat tumbuhan mati, sisa-sisanya tidak sepenuhnya terurai karena kondisi tanah yang selalu basah dan kekurangan oksigen. Akibatnya, material organik terus menumpuk selama ribuan tahun dan membentuk lapisan gambut yang tebal.

Proses ini berlangsung sangat lambat. Para ilmuwan memperkirakan gambut hanya bertambah sekitar 1–2 milimeter per tahun. Artinya, lapisan gambut setebal lima meter membutuhkan waktu lebih dari 2.500 tahun untuk terbentuk.

Di bagian yang berhadapan langsung dengan laut, tumbuh hutan mangrove yang mampu bertahan pada kondisi air payau. Akar-akar mangrove menangkap lumpur yang terbawa arus dan gelombang, sehingga daratan baru terus terbentuk secara alami. Proses ini membantu memperluas kawasan pesisir sekaligus melindungi pantai dari abrasi.

Melihat pentingnya fungsi ekologis kawasan tersebut, pemerintah menetapkan sebagian wilayah Berbak yang berada di Provinsi Jambi sebagai taman nasional pada tahun 1992. Kemudian, kawasan konservasi ini diperluas melalui penggabungan dengan kawasan Sembilang di Sumatra Selatan. Hasilnya adalah Taman Nasional Berbak Sembilang seperti yang dikenal saat ini, yang mencakup bentang alam dari rawa gambut pedalaman hingga hutan mangrove pesisir.

Keistimewaan Berbak Sembilang terletak pada fakta bahwa kawasan ini memperlihatkan hubungan utuh antara sungai, rawa gambut, mangrove, laut, satwa liar, dan manusia. Sedikit sekali tempat di dunia yang masih mempertahankan keterkaitan ekologi selengkap ini.

Bagi ilmuwan, kawasan ini merupakan laboratorium alam untuk mempelajari perubahan iklim dan keanekaragaman hayati. Bagi masyarakat pesisir, kawasan ini adalah sumber kehidupan. Sementara bagi wisatawan, Berbak Sembilang menawarkan kesempatan langka untuk melihat bagaimana alam tropis bekerja dalam bentuknya yang paling asli dan liar. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

31 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Ekonomi
BNI Perkuat Komitmen Lestar...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.