Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

East India Company, Perusahaan Paling Berkuasa di Hindia Timur

📅 Selasa, 29 Nov 2022, 00:00 WIB | Oleh:

Kemenangan Clive memberi EIC kekuatan perpajakan yang luas di Bengal, yang saat itu merupakan salah satu provinsi terkaya di India. Clive menjarah harta Nawab dan mengirimkannya kembali ke London.

Dari sudut pandang Emily Erikson, profesor sosiologi di Universitas Yale dan penulisBetween Monopoly and Free Trade: The English East India Company, tindakan East India Company di Bengal sebagai pergeseran seismik dalam misi korporatnya.

"Hal ini benar-benar mengubah model bisnis Perusahaan dari yang berfokus pada perdagangan yang menguntungkan menjadi bisnis yang berfokus pada pengumpulan pajak," kata Erikson. "Saat itulah itu menjadi institusi yang sangat merusak, menurut saya," terang dia seperti dikutip dalam lamanHistory.

Pada 1784, Parlemen Inggris meloloskan "Undang-Undang India" yang secara resmi memasukkan pemerintah Inggris dalam mengatur kepemilikan tanah Perusahaan India Timur di India.

"Saat tindakan ini diberlakukan, EIC tidak lagi menjadi kekuatan perdagangan yang sangat signifikan atau kekuatan pemerintahan yang signifikan di India," kata Roy.

Salah satu hal terburuk yang dilakukan EIC adalah menyelundupkan opium ke Tiongkok untuk ditukar dengan barang dagangan paling berharga di negara itu yaitu teh. Sebenarnya Tiongkok hanya memperdagangkan teh dengan perak, namun perusahaan itu sulit mendapatkannya.

EIC mencoba menembus larangan opium oleh Tiongkok melalui pasar gelap penanam dan penyelundup opium India. Saat teh mengalir ke London, investor EIC menjadi kaya dan jutaan orang Tiongkok banyak yang mati di sarang opium.

Ketika Tiongkok menindak perdagangan opium, pemerintah Inggris mengirim kapal perang, yang memicu Perang Candu pada 1840. Kekalahan Tiongkok memaksa menyerahkan kendali Hong Kong kepada Inggris. Tetapi konflik tersebut semakin menjelaskan transaksi gelap EIC atas nama keuntungan.

Pada pertengahan abad ke-19, penentangan terhadap status monopoli EIC mencapai puncaknya di parlemen. Hal itu dipicu oleh argumen pasar bebas Adam Smith. Erikson mengatakan bahwa pada akhirnya, kematian EIC pada tahun 1858 bukan tentang kemarahan moral atas korupsi perusahaan.

Erikson menilai, ditutupnya perusahaan karena politisi dan pengusaha Inggris yang menyadari bahwa mereka dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan berdagang dengan mitra yang berada pada pijakan ekonomi yang lebih kuat, bukan pelindung negara korporasi.

Meskipun EIC dibubarkan lebih dari seabad yang lalu, pengaruhnya sebagai perintis korporat yang kejam telah membentuk cara menjalankan bisnis modern dalam ekonomi global. "Sulit memahami struktur politik global tanpa memahami peran perusahaan," kata Erikson.

"Saya tidak berpikir kita akan memiliki sistem ekonomi kapitalis global yang terlihat seperti itu jika Inggris tidak menjadi sangat kuat pada saat ini dalam sejarah. Mereka bertransisi menjadi kekuatan industri modern dan mengekspor visi produksi dan pemerintahan mereka ke seluruh dunia, termasuk Amerika utara. Ini adalah landasan tatanan politik global liberal modern," kata dia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Asean Jadi Magnet Global, I...
Luar Negeri
Uni Eropa Ajak Kanada Jalin...
Luar Negeri
Qatar Ajak Negara Teluk Gan...
Advertisement
Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

Kapan Jadwal Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026? Cek Disini!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.