Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinyal Krisis Pangan Mulai Terlihat

📅 Senin, 31 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Hal lain yang harus dilakukan dengan mengembangkan varietas-varietas tanaman adaptif terhadap perubahan iklim.

Alihkan Kebijakan

Pengamat Ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan ancaman dan fakta mulai munculnya tekanan pada ketersediaan pangan semestinya membuat kebijakan pangan nasional beralih dari perdagangan pangan menjadi produksi pangan.

"Masalahnya penduduk kita itu besar, 260 juta, beda sama Singapura misalnya. Kalau penduduk kita kecil, tidak usah memikirkan produksi, yang penting kita kaya, pasti bisa beli beras. Nah, kalau penduduk banyak, tidak bisa begitu. Meskipun punya duit, tapi kalau barangnya tidak ada, mau bagaimana?" papar Aditya saat dihubungi, Minggu (30/10).

Reorientasi kebijakan penting karena akan berdampak pada seluruh turunan kebijakan. Jika perdagangan diandalkan maka yang utama adalah statistik ketersediaan dan harga. Namun, jika produksi yang utama maka yang diutamakan adalah statistik jumlah lahan, pelaku pertanian, dan jumlah produksi harus terus naik dari tahun ke tahun.

Diversifikasi pangan sampai sekarang relatif sulit tercapai karena orientasi utamanya masih perdagangan sehingga yang penting harga di pasar dunia masih terbeli.

Secara terpisah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan pemerintah harus mengakui kalau indeks ketahanan pangan Indonesia sangat rendah.

"Dari Food Security Index 2020, kita hanya berada di rangking ke-65, jauh dibanding dengan negara Asean, seperti Singapura di rangking 19, Malaysia di posisi 43, Thailand di peringkat 51 dan Vietnam 63," kata Esther.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...

Calon Sekolah Adiwinata Bekasi Memasuki Penilaian Akhir

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Calon Sekolah Adiwinata Bek...
Nasional
Pesantren Jadi Pusat Ekonom...

Persija Jakarta Rekrut Francis Wewengkang sebagai Pelatih

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persija Jakarta Rekrut Fran...
Luar Negeri
Putin Beri Instruksi Mengej...
Advertisement
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.