Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinyal Krisis Pangan Mulai Terlihat

📅 Senin, 31 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Sinyal Krisis Pangan Mulai Terlihat Doc: Sumber: FAO - KORAN JAKARTA/ONES

» FAO perkirakan penduduk dunia tembus 10 miliar pada 2050 sehingga butuh pangan sangat besar.

» Diversifikasi pangan sulit tercapai karena orientasi utamanya masih perdagangan.

JAKARTA - Pemerintah diminta terus mewaspadai perkembangan krisis pangan global yang sudah melanda beberapa negara. Perlunya mewaspadai kondisi tersebut karena di dalam negeri pun sudah ada sinyal krisis pangan yang mulai terlihat.

Pengamat Pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Jaka Widada, dalam pernyataannya yang publikasikan di laman kampus UGM Yogyakarta menyatakan tanda-tanda krisis pangan sudah ada, ditandai dengan iklim yang tak menentu, hujan ekstrem, bencana alam, dan lain-lain.

Akibat dari perubahan iklim dan berbagai bencana itu, petani mengalami gagal panen karena kebanjiran atau kekeringan, dan ledakan berbagai hama dan penyakit.

"Itu sebenarnya tanda-tanda krisis pangan akan terjadi. Jumlah penduduk terus naik, sementara kenaikan jumlah pangan tidak seimbang dengan kenaikan jumlah penduduk," jelas Jaka.

Bahkan, organisasi pangan dunia (FAO), kata Jaka, telah memperkirakan pada 2050 penduduk dunia tembus 10 miliar. Jumlah penduduk yang sedemikian besar itu tentunya memerlukan pangan yang sangat luar biasa jumlahnya.

Agar tidak terjadi kelaparan yang lebih luas maka harus ada peningkatan produksi pangan dunia. Produksi pangan tersebut idealnya untuk saat ini harus berkisar 70 persen. Jika sebagian negara masih sekitar 10 persen maka bukan persoalan mudah untuk mengejarnya.

"Memang antarnegara yang satu dengan negara yang lain beda-beda. Bisa-bisa di tahun-tahun itu akan banyak tragedi kelaparan juga. Untuk negara-negara seperti Tiongkok, Israel, Amerika, Uni Eropa sejak sekarang sudah mempersiapkan," papar Jaka.

Untuk menghadapi krisis pangan yang mungkin terjadi ini, ada beberapa upaya yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat, seperti perlu upaya menghadapi perubahan iklim, pengembangan varietas adaptif, persoalan pupuk, perilaku yang tidak boros makanan, dan persoalan regenerasi petani.

Perubahan iklim, jelasnya, memang menjadi kendala tersendiri dalam pertanian. Pemanasan global yang menjadikan suhu lebih panas dan karbon dioksida lebih tinggi menjadi sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian.

Selain menurunkan hasil produksi, kondisi tersebut juga bisa berdampak pada gagal produksi. Persoalan yang dihadapi di antaranya persoalan air. Jika masyarakat saat ini mengandalkan air tanah sebagai sumber pengairan, dikhawatirkan 10 tahun ke depan sumber-sumber air habis dan akan memunculkan kekeringan permanen di sejumlah daerah.

"Apa yang dilakukan PUPR dalam membangun sejumlah embung sudah benar, meski terkadang belum pas karena dilakukan tanpa memperhatikan posisi strategis embung sebagai daerah tampungan air," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta

Korsel Dukung Pengembangan Bus Listrik di Bali

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Korsel Dukung Pengembangan ...
Luar Negeri
Rumor Kim Jong-un Meninggal...
Daerah
Wali Kota Bandung Perkuat K...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Perkuat Im...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.