Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skema Subsidi Biaya Transportasi Harus Tepat Sasaran

📅 Rabu, 26 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Diminta terpisah, Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, sepakat dengan Presiden memberi subsidi terhadap biaya transportasi, tetapi skemanya harus benar -benar diatur supaya tidak jatuh ke tangan yang salah.

Subsidi, terang Eugenia, bukan untuk meredam inflasi, tetapi untuk memperkuat daya beli. Misalnya, karena kenaikan harga BBM maka kemampuan membeli masyarakat itu menurun, dari biasanya membeli tiga menjadi hanya mampu dua. Makanya, skema subsidi itu harus tepat.

"Jangan sampai subsidinya justru diberikan untuk transportasi, nanti yang untung justru pengusaha transportasinya dan mereka tidak akan menurunkan harga angkut ke petani atau nelayan, sebab harga BBM kan sudah dinaikkan sebelumnya," paparnya.

Menurut dia, subsidi yang tepat itu harus langsung diberikan ke petani dan nelayan, karena mereka inilah yang menggunakan sektor transportasi itu. Dengan demikian, mereka diharapkan tidak menaikkan harga pangan atau ikannya ketika dijual ke konsumen.

Begitu pula subsidi ke nelayan harus langsung ke mereka karena dia menggunakan kapal motornya untuk melaut. Dengan subsidi diharapkan nelayan tidak menaikkan harga ikan tangkapannya.

Kalau ingin meredam inflasi, solusinya hanya dua yakni dengan menaikkan suku bunga dan menurunkan harga termasuk bahan bakar minyak (BBM).

"Jadi, subsidi itu hanya untuk memperkuat kemampuan beli saja tidak akan menurunkan harga di pasar," katanya.

Sementara itu, pengamat dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, mengatakan jika harga BBM naik, otomatis biaya transportasi ikut naik. Kalau subsidi sebagai solusi masalahnya maka sifatnya hanya jangka pendek, bergantung kemampuan APBN dan APBD.

"Kalau dua persen dari Dana Transfer Umum untuk subsidi transportasi barang, akan bertahan dalam jangka waktu berapa lama? Sedangkan harga BBM tinggi diperkirakan berlangsung dalam jangka waktu relatif lama," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Rumah Dinas Jadi Markas Jud...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.