Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skema Subsidi Biaya Transportasi Harus Tepat Sasaran

📅 Rabu, 26 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Skema Subsidi Biaya Transportasi Harus Tepat Sasaran Doc: Sumber: Bank Indonesia - KORAN JAKARTA/ONES

» Pemda harus menentukan komoditas prioritas yang layak disubsidi biaya transportasinya.

» Inflasi hanya bisa diredam dengan menaikkan suku bunga dan menurunkan harga.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah pusat dan daerah terus bergerak mengendalikan inflasi melalui berbagai upaya, di antaranya mensubsidi biaya transportasi untuk komoditas yang mengalami peningkatan harga.

"Kita pemerintah dengan gubernur, bupati, wali kota, juga bergerak, ongkos transportasi barang-barang yang mengalami kenaikan itu ditutup dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ini juga akan mengurangi kenaikan harga barang dan jasa," kata Presiden Jokowi usai menyerahkan bantuan sosial di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/10).

Pemerintah daerah (pemda), jelas Presiden, diberi keleluasaan untuk mensubsidi biaya transportasi barang melalui anggaran belanja tak terduga dan Dana Transfer Umum (DTU) sebesar dua persen. Dengan kebijakan tersebut, harga-harga barang di pasar hingga Selasa ini cukup stabil.

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter, kata Presiden, juga mengendalikan inflasi dengan instrumen suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate.

Menurut data Bank Indonesia, suku bunga kebijakan 7-Day Reverse Repo Rate telah dinaikkan sebesar 50 basis poin pada Oktober 2022 ke level 4,75 persen.

Di Balikpapan, Kepala Negara menyalurkan bantuan subsidi upah dan juga Bantuan Langsung Tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM). Menurut data, hingga Selasa, BLT BBM telah tersalurkan 99,7 persen dari total penerima, sementara bantuan subsidi upah sudah tersalurkan 72 persen dari total penerima.

Komoditas Prioritas

Menanggapi upaya pemerintah itu, Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, mengatakan agar program subsidi biaya transportasi komoditas pangan terjaga maka yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah menentukan komoditas prioritas. Masing-masing daerah tentu memiliki komoditas prioritas yang berbeda-beda, sehingga kepala daerah harus memastikan mana yang paling penting mendapat subsidi.

"Secara umum beras yang perlu dijaga, transportasinya disubsidi, walaupun di beberapa daerah harga beras masih stabil. Kalau Yogya, selain beras juga perlu mensubsidi biaya transportasi minyak dan gula," kata Susilo.

Selain penentuan komoditas prioritas, kecepatan merespons keadaan dengan keputusan subsidi maupun pasar murah pemerintah juga sangat berpengaruh.

Skemanya Diatur

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Rumah Dinas Jadi Markas Jud...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.