Prabowo Jelaskan Alasan Rajin Kunjungan Luar Negeri
📅 Rabu, 10 Jun 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan negara sahabat sekaligus menjalankan politik luar negeri bebas aktif yang menjadi prinsip Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6).
Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung kritik yang kerap diarahkan kepada dirinya maupun Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait aktivitas kunjungan luar negeri.
"Jadi ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang keluar negeri, disalahkan. Jokowi tidak pernah keluar negeri, Jokowi tidak peduli politik luar negeri. Saya sering ke luar negeri, 'Prabowo sering ke luar negeri', aneh, sebetulnya tidak ada masalah," kata Prabowo.
Menurut Presiden, situasi global saat ini diwarnai berbagai konflik dan ketegangan antarnegara. Dalam kondisi tersebut, Indonesia beruntung memiliki warisan politik luar negeri bebas aktif yang dirumuskan para pendiri bangsa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prabowo menegaskan Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip nonblok dan menjalin persahabatan dengan seluruh negara tanpa memihak salah satu kekuatan dunia.
"Seribu kawan terlalu sedikit. Satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh. Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan. Tapi tidak ada masalah," ujarnya.
Presiden menilai tidak mungkin menolak undangan dari negara-negara sahabat karena hal itu merupakan bagian dari diplomasi dan kepentingan nasional Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan bahwa selama langkah yang diambil bertujuan membela kepentingan rakyat Indonesia, dirinya tidak akan ragu untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara.
"Untuk membela kepentingan rakyat, memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah itu. Makanya saya katakan politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik," kata Prabowo.
Menurut Kepala Negara, konsep "politik tetangga yang baik" menjadi landasan agar Indonesia dapat menjaga hubungan harmonis tidak hanya dengan negara-negara di kawasan, tetapi juga dengan berbagai negara di dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!