Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekanan Kurs Bakal Memacu Lonjakan Utang Luar Negeri

📅 Selasa, 18 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tekanan Kurs Bakal Memacu Lonjakan Utang Luar Negeri Doc: ISTIMEWA
Ket. ALOYSIUS GUNADI BRATA Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta - ULN pemerintah secara teoretis harusnya porsinya mengecil di masa normal, maka kebekuan komposisi ULN ini sekaligus memberikan indikasi kalau krisis belum terobati.

» Porsi utang jangka pendek cenderung meningkat dari 11 menjadi 13 persen.

» ULN bisa meningkat kembali kalau pemerintah menerbitkan SBN.

JAKARTA - Pernyataan Bank Indonesia (BI) yang melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) kembali menurun berpotensi menyesatkan publik. Sebab, klaim tersebut bisa dinilai ada perbaikan signifikan dalam pengelolaan utang, padahal yang terjadi hanya karena pengaruh waktu pencatatan saja.

Bank sentral, pada Senin (17/10), melaporkan posisi ULN pada Agustus 2022 kembali menurun menjadi 397,4 miliar dollar AS dibandingkan bulan sebelumnya 400,2 miliar dollar AS.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, mengatakan perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan ULN sektor publik yaitu pemerintah dan bank sentral, maupun sektor swasta.

Secara tahunan, posisi ULN Agustus 2022 mengalami kontraksi sebesar 6,5 persen (year-on-year/yoy), lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya 4,1 persen.

Adapun posisi ULN pemerintah pada Agustus 2022 sebesar 184,9 miliar dollar AS, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya 185,6 miliar dollar AS. Secara tahunan, ULN pemerintah terkontraksi 10,9 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan Juli 2022 sebesar 9,9 persen.

"Penurunan ULN pemerintah terjadi akibat adanya penurunan pinjaman seiring dengan pelunasan pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan penarikan pinjaman dalam mendukung pembiayaan program dan proyek prioritas," kata Junanto.

Sementara itu, instrumen Surat Berharga Negara (SBN) secara neto naik seiring peningkatan arus modal masuk pada SBN domestik, yang mencerminkan kepercayaan investor asing di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Sementara itu, ULN swasta trennya penurunan dan pada Agustus 2022 tercatat sebesar 204,1 miliar dollar AS, menurun dibandingkan bulan sebelumnya 206,1 miliar dollar AS.

Struktur ULN Indonesia secara keseluruhan tetap sehat yang tecermin dari rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap terjaga di kisaran 30,4 persen.

Disikapi Hati-hati

Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan perkembangan data ULN yang menurun perlu disikapi secara hati-hati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pengguna Transportasi Umum ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.