Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tekanan Kurs Bakal Memacu Lonjakan Utang Luar Negeri

📅 Selasa, 18 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dalam beberapa bulan terakhir, sejak Oktober tahun lalu, memang ULN cenderung menurun, namun laju penurunan tersebut sebetulnya relatif kecil, rata-rata kurang dari 1 persen per bulan.

"Sebenarnya belum terlalu tepat untuk mengatakan ada komitmen serius menurunkan ULN," kata Aloysius.

Selain itu, penurunan yang lambat boleh jadi karena situasi ekonomi yang memang masih bergerak tidak stabil. Sementara proyeksi yang ada justru memberikan sinyal negatif bahwa pertumbuhan ekonomi akan melambat. Maka, tren penurunan ULN tersebut masih mungkin untuk menjadi labil.

Begitu juga dengan komposisi ULN pemerintah dan swasta yang tidak banyak berubah, cenderung seimbang. Hal itu berarti magnitudo beban ULN pemerintah sebetulnya juga tidak banyak berkurang.

"ULN pemerintah secara teoretis harusnya porsinya mengecil di masa normal, maka kebekuan komposisi ULN ini sekaligus memberikan indikasi kalau krisis belum terobati," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan dengan komposisi sekitar 65 persen dalam denominasi dollar AS, ada kecenderungan ULN akan meningkat karena ketidakstabilan nilai tukar terhadap mata uang global. Hal itu membawa risiko yang tidak kecil dari sisi beban pelunasan karena dominannya pergerakan dollar AS. Apalagi porsi utang jangka pendek cenderung meningkat belakangan ini, dari 11 menjadi 13 persen.

Pada kesempatan lain, Peneliti Ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet, mengatakan turun-naiknya ULN juga dipengaruhi oleh tanggal ataupun rilis pemerintah dalam menarik utang baru. Meskipun saat ini menurun, di kemudian hari bisa saja meningkat kalau pemerintah mulai memutuskan untuk menerbitkan kembali surat utang global.

Sedangkan utang swasta juga cenderung turun karena dengan kondisi yang tidak menentu, bisa jadi mereka tidak membutuhkan pembiayaan untuk ekspansi. Terkait utang swasta juga perlu diperhatikan karena kurs yang volatile, terutama perusahaan yang tidak melakukan lindung nilai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PBNU Minta Arahan Menkeu So...
Nasional
Istana Umumkan Pelantikan S...
Megapolitan
Pemkot Bogor Bakal Tata Sej...
Daerah
BMKG Ingatkan Warga NTB unt...
Daerah
Tim Gabungan Gagalkan Pengi...
Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Ba...

Cek Kesehatan Gratis di Sigi Jangkau 19,33 Persen Warga

38 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Cek Kesehatan Gratis di Si...
Mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Temui Prabowo

Mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Temui Prabowo

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.