Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angin Kencang, BPBD Malang Hentikan Pengeboman Air di Gunung Butak

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 20:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Angin Kencang, BPBD Malang Hentikan Pengeboman Air di Gunung Butak Doc: ANTARA
Ket. Helikopter pengebom air dioperasikan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Butak, Jawa Timur atau tepatnya di Petak 100, Sabtu (5/9/2026).

MALANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyatakan pemadaman kebakaran hutan melalui pengeboman air menggunakan helikopter di Petak 100, kawasan Gunung Butak dihentikan sementara waktu karena terkendala angin kencang yang melanda lokasi kejadian, Sabtu(05/9).

"Dihentikan sementara karena angin cukup kencang," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, melalui pesan WhatsApp diterima di Kota Malang, Sabtu (05/9).

Berdasarkan keterangan resmi BPBD setempat, proses pemadaman kebakaran di Gunung Butak melalui udara hari ini dilaksanakan sekitar pukul 08.00 hingga 13.30 WIB.

Pelaksanaan pengeboman air menggunakan satu helikopter yang dikirim oleh BPBD Provinsi Jawa Timur.

Pengeboman air hari ini dilaksanakan delapan kali. Untuk sekali jalan dari tempat pengambilan air di salah satu kawasan perumahan di Kota Batu, Jawa Timur, helikopter mampu mengangkut 1.000 liter air.

Selain menggunakan helikopter, pemadaman kebakaran di Petak 100, kawasan Gunung Butak juga tetap mengandalkan upaya dari tim darat, seperti dari BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kota Batu, TNI, Polri, Perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA) Arjuno-Welirang, hingga relawan.

"Total 30 personel gabungan," ucapnya.

Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko dikonfirmasi secara terpisah, menyatakan seluruh petugas telah semaksimal mungkin melakukan penanganan, namun karena faktor cuaca api yang muncul di lokasi itu membuat kebakaran masih belum bisa dipadamkan.

Meski demikian, dia menyatakan, hingga pengeboman air dihentikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda perambatan api ke area lain.

"Api masih menyala dan pemadaman akan dilanjutkan besok, baik melalui udara maupun darat. Masih di Petak 100," ucapnya.

Ia menegaskan pemantauan kondisi di lokasi terdampak kebakaran tetap dilaksanakan secara menyeluruh.

"Pemantauan pergerakan arah api sebagai pertimbangan untuk rencana penanganan selanjutnya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Mulai 6 September, CFD Kota Bogor Kembali Digelar

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Mulai 6 September, CFD Kota...
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.