Denisovan, Manusia yang Punah 200 Ribu Tahun yang Lalu
📅 Selasa, 13 Sep 2022, 00:00 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Hominin Denisovan bersama dengan Neanderthal merupakan kerabat terdekat manusia modern. Meski telah punah, DNA masih bisa dilacak pada masyarakat di wilayah Asia Tenggara, Papua, dan Oseania.
Spesies manusia purba Denisovan bersama dengan Neanderthal, adalah kerabat terdekat manusia modern yang telah punah. Pada 2010 para ilmuwan mengatakan masih belum banyak mengetahui secara mendalam karenaminimnya bahan-bahan untuk menelitinya.
Berdasarkan bukti fosil dan genetik, Denisovan hidup di berbagai wilayah dan kondisi, dari pegunungan dingin Siberia dan Tibet hingga hutan di Asia tenggara. Fosilnya pertama kali ditemukan pada musim panas 2008 di sebuah situs yang dikenal sebagai Gua Denisovan di Pegunungan Altai di Siberia selatan.
Lalu dari mana nama itu berasal? Dalam laporannya di jurnalNature, gua itu digunakan pada 1700-an oleh seorang pertapa bernama Denis, yang kemudian dijadikan nama fosil itu. Denisovan tinggal di Gua Denisovan sekitar 30.000 hingga 50.000 tahun yang lalu, menurut studiNatureedisi 2010 yang pertama kali mengungkap keberadaan Denisovan.
Namun fosil Denisovan tertua yang pernah ditemukan hingga berusia sekitar 200.000 tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa Denisovan sezaman denganHomo sapiensyang dikenal sebagai manusia modern dan Neanderthal, kerabat terdekat mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada penggalian di Gua Denisovan ditemukan artefak batu yang pada awalnya dikira Neanderthal untuk untuk beberapa dekade. Namun, analisis selanjutnya dari DNA purba yang diekstraksi dari fosil-fosil ini mengungkapkan sebaliknya.
Pada 2008, para peneliti mengurutkan genom lengkap pertama Neanderthal, tetapi sepotong tulang jari berusia 30.000 hingga 50.000 tahun dari gua itu ternyata memiliki garis keturunan manusia yang sama sekali berbeda dan tidak diketahui. Selanjutnya pada 2010 mereka mengumumkan sebuah spesies hominin (manusia yang berjalan tegak yang telah punah) baru.
"Apa yang ditemukan dari fragmen tulang jari kecil ini adalah pencapaian teknis yang luar biasa," kata Chris Stringer, ahli paleoantropologi di Natural History Museum di London, kepadaLive Science.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil Studi
Studi pada 2010 mengungkapkan bahwa Denisovan berkerabat dekat dengan Neanderthal. Sedangkan sebuah studi 2013 memperkirakan bahwa garis keturunan yang memunculkan Neanderthal dan Denisovan berpisah dari nenek moyang manusia modern antara sekitar 550.000 dan 765.000 tahun yang lalu.
Nenek moyang Neanderthal dan Denisovan kemudian berpisah satu sama lain antara sekitar 381.000 dan 473.000 tahun yang lalu. "Denisovan dan Neanderthal adalah kerabat terdekat manusia modern," kata seorang paleoantropolog dan Direktur Institut Ilmu Arkeologi di Universitas Eberhard Karls Tübingen di Jerman, Katerina Harvati.
Sebuah studi 2018 di jurnalCellmengungkapkan bahwa Denisovan terdiri dari beberapa garis keturunan. Salah satunya terkait erat dengan Siberian Denisovan dan memiliki warisan genetik yang ditemukan terutama di Asia timur.
Yang lainnya berkerabat lebih jauh dengan Siberian Denisovan dan memiliki DNA yang saat ini sebagian besar terlihat pada orang Papua dan Asia selatan. Kelompok-kelompok ini berpisah sekitar 283.000 tahun yang lalu.
Meskipun garis keturunan Denisovan ini memiliki asal usul yang sama dengan Neanderthal, mereka hampir berbeda secara genetik dari Neanderthal seperti halnya Neanderthal dariHomo sapiens.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!