Denisovan, Manusia yang Punah 200 Ribu Tahun yang Lalu
📅 Selasa, 13 Sep 2022, 00:00 WIB | Oleh: Haryo BronoDNA dari fosil ini peneliti menemukan hibridisasi antara Denisovan-Neanderthal yang terjadi 300 hingga 600 generasi sebelum masa hidupnya. Secara keseluruhan, penemuan tunggal ini membantu mengungkapkan beberapa contoh interaksi antara Neanderthal dan Denisovan.
Pada 2022, para ilmuwan telah menggali sisa-sisa Denisovan dari situs-situs di Siberia, Tiongkok dan Laos. Data fosil ini cocok dengan bukti genetik Denisovans yang ditemukan pada manusia modern yang tinggal di Melanesia.
Dari sisi tampilan penelitian yang diterbitkan pada jurnalScience Advances(2019) menggambarkan tulang jari Denisovan dari seorang perempuan remaja berusia sekitar 13,5 tahun. Dari tulang itu menunjukkan bahwa dia memiliki kulit gelap, rambut cokelat, dan mata coklat.
Denisovan diperkirakan seperti Neanderthal, memiliki dahi rendah, rahang yang menonjol, dan hampir tidak memiliki dagu. Selain itu memiliki lengkung gigi yang jauh lebih panjang dibandingkan Neanderthal dan manusia modern, dan bagian atas tengkorak mereka mungkin terasa lebih lebar. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!