Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dana Asing Terus Keluar dari 'Emerging Countries'

📅 Kamis, 01 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan stabilitas sektor keuangan sangat rentan jika hanya mengandalkan aliran dana dalam bentuk portofolio yang kental dengan nuansa spekulasi untuk mengambil keuntungan sesaat. Sebab itu, dia menyarankan pemerintah agar lebih mendiversifikasi penarikan dana asing dengan lebih fokus mendorong investasi langsung di sektor riil.

Terkait capital outflow, Esther mengatakan hal itu sulit dibendung karena pemilik modal berbondong-bondong memindahkan portofolio dan asetnya ke negara yang menawarkan tingkat suku bunga lebih tinggi dari Indonesia.

"Itulah konsekuensi investasi yang tidak riil, hanya beli surat berharga di pasar Indonesia, sehingga ketika ada yang menawarkan bunga lebih tinggi, sudah pasti ada capital flight dari Indonesia ke negara lain," jelas Esther.

Indonesia, tambahnya, harus bisa menarik investasi riil, seperti investasi untuk bikin pabrik yang mendorong hilirisasi industri sehingga akan membuka lapangan pekerjaan lebih banyak.

Dihubungi pada kesempatan terpisah, Pakar Ekonomi dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Surabaya, Leo Herlambang, mengatakan aliran modal keluar tersebut merupakan langkah wajar dari investor dalam kondisi saat ini.

"Dalam situasi seperti ini memang wajar terjadi capital outflow, karena terjadi penurunan nilai aset dan rupiah kita juga terdampak. Nilai seperti itu masih wajar," kata Leo.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam raker dengan Komisi XI menjelaskan kalau pihaknya sudah membeli SBN di pasar perdana sebesar 99,33 triliun rupiah per 26 Agustus 2022 sebagai langkah komitmen dalam berpartisipasi untuk pembiayaan APBN.

Pembelian SBN sebesar 99,33 triliun rupiah tersebut terdiri dari 17 triliun rupiah melalui lelang utama, 7,69 triliun rupiah melalui lelang tambahan (GSO), serta 74,28 triliun rupiah melalui private placement.

Jumlah itu telah mencakup realisasi pembelian SBN berdasarkan SKB III melalui private placement sebesar 62,27 triliun rupiah untuk pembiayaan kesehatan dan kemanusiaan dalam APBN 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Namanya Penjahat Tak Tahu T...
Daerah
Jaga Stabilitas Harga, Pemp...
Daerah
Pemerintah Provinsi Papua H...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp103.250...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.