Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mulai WFH, ASN Kalbar Tetap Diminta Maksimalkan Pelayanan Publik

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 18:54 WIB | Oleh:
Mulai WFH, ASN Kalbar Tetap Diminta Maksimalkan Pelayanan Publik Doc: Antara Foto
Ket. Sekda Kalbar, Harisson

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menerapkan skema kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) guna memaksimalkan pelayanan publik sekaligus mendorong efisiensi energi.

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson di Pontianak, Minggu, mengatakan skema tersebut akan mulai diterapkan pada pekan depan dengan komposisi 75 persen ASN bekerja dari rumah dan 25 persen tetap bertugas di kantor.

“Sebanyak 75 persen pegawai melaksanakan tugas dari rumah dengan memanfaatkan perangkat digital, dan 25 persen tetap hadir di kantor untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan,” katanya.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan ASN di daerah.

Harisson menegaskan pejabat struktural seperti gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah hingga kepala dinas tetap diwajibkan hadir secara fisik guna menjaga efektivitas pengambilan keputusan dan pengawasan kinerja.

Menurut dia, kebijakan yang diterapkan merupakan WFH, bukan work from anywhere (WFA), dengan tujuan utama mendorong efisiensi penggunaan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM).

“Kami ingin pegawai benar-benar bekerja dari rumah sehingga tidak perlu menggunakan kendaraan dan mengonsumsi BBM. Ini bagian dari upaya penghematan energi nasional,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Kalbar juga memperkuat koordinasi pembangunan daerah melalui sinkronisasi perencanaan dengan pemerintah kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Kubu Raya.

Ia menyebutkan bantuan keuangan dari provinsi diberikan secara bergilir guna mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

“Tahun lalu sekitar Rp10 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi jalan dan jembatan di Sungai Kakap. Tahun ini bantuan akan bergilir ke daerah lain,” katanya.

Pemprov Kalbar juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan kreativitas dalam menggali pendapatan asli daerah (PAD) serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan anggaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.