Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fenomena Remaja 'SCBD' Nongkrong di Dukuh Atas

📅 Sabtu, 16 Jul 2022, 09:05 WIB | Oleh:

"Kami nilai efektif karena mereka punya pengaruh, khususnya anak-anak usianya. Jeje menjadi sosok fenomenal di media sosial," kata Kepala Seksi Humas Dinas LH DKI Jakarta,Yogi Ikhwan. Selain menggandeng gadis berusia 16 tahun itu, DLH DKI juga mengajak teman pria Jeje, Bonge dari Bojonggede agar bersama-sama membuat konten edukasi kebersihan dan ketertiban di kawasan "SCBD."

Yogi menambahkan, sosok pegiat media sosial Jeje yang kini viral dipilih berdasarkan arahan Gubernur DKI. Mereka diharapkan mengajak anak-anak seusianya untuk menjaga kebersihan, termasuk edukasi melalui media sosial. Nantinya, Dinas LH DKI akan membuat tayangan langsung melalui akun Instagram untuk program edukasi kebersihan bersama Jeje dan Bonge.

Yogi menjelaskan kedua sosok tersebut tidak minta bayaran pemerintah, namun mereka mengharapkan ada bantuan beasiswa untuk sekolah. "Kalau sama pemerintah, mereka tidak minta bayaran. Kalau bisa ada beasiswa. Bagus pemikirannya. Berarti mereka mau sekolah lagi," ucap Yogi.

Sementara itu, terkait kondisi kebersihan kawasan Dukuh Atas, di dekat Stasiun Sudirman BNI City, lanjut dia, saat ini sampah sudah makin berkurang. Saat awal SCBD viral, kata Yogi, sampah dalam sehari mencapai tujuh meter kubik. Setelah ada penertiban berkurang menjadi empat meter kubik karena ada sanksi sosial.

Perlu Wadah

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menyampaikan pemerintah harus menyediakan fasilitas bagi kalangan remaja Citayam untuk menyalurkan bakat kreativitas mereka. Dia memberi contoh, era Gubernur Ali Sadikin ada gelanggang-gelanggang remaja (GGR).

Dalam GGR tersebut menampung anak-anak untuk bertheater, menari, main musik, paduan suara, dan sebagainya. "Jadi kreativitas anak tertampung dengan adanya fasilitas-fasilitas untuk remaja dalam GGR," katanya.

Seto mengatakan pemerintah juga turut mengawasi dalam menertibkan kebersihannya, agar mereka tidak membuang sampah sembarangan. Mencegah aksi kriminalitas."Jadi hal itu yang perlu diperhatikan. Pemerintah turun tangan untuk menyalurkan dengan cara yang tepat. Perlu dibangun berbagai fasilitas-fasilitas," ujarnya.

Tadi seperti gelanggang remaja zaman dulu bisa saja dipergunakan untuk tempat kegiatan remaja seperti negara maju, misalnya, untuk peragaan busana. Menurut Seto, suasana fenomena remaja Citayam memiliki kreativitas tinggi. Mereka membuat kegiatan seperti di Prancis, ada Paris Fashion Wee.

"Saya kira sama geloranya, apalagi dibungkus dengan komunikasi secara media sosial. Jadi ini bisa menampung kreativitas remaja, termasuk juga yang ada di Jakarta mungkin dengan ide-ide baru," ucapnya.Dikatakan Seto, ini menjadi awal kepedulian semua kalangan dalam memberikan wadah bagi remaja dalam menyalurkan kreativitas.

"Saya melihat selama ini wadah kreativitas remaja memang kurang. Karena tidak tersalur, lahirlah geng motor, kebut-kebutan, atau malah tawuran dan bullying," ungkapnya. Hal senada disampaikan, psikolog Universitas Indonesia, A Kasandra Putranto. Dia mengatakan peran orang tua dibutuhkan untuk mengawasi remaja."Ya harus kembali kepada orang tua yang mengawasi anak-anak," ucapnya.Menurut Kasandra, peran serta sekolahdan Dinas Pendidikan perlu juga agar mereka tidak bolos sekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.