Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fenomena Remaja 'SCBD' Nongkrong di Dukuh Atas

📅 Sabtu, 16 Jul 2022, 09:05 WIB | Oleh:
Fenomena Remaja 'SCBD' Nongkrong di Dukuh Atas Doc: Koran Jakarta/ John Abimanyu
Ket. Perlu Gelanggang remaja I Para remaja dari berbagai wilayah ini bermain dan bersosialisasi di Dukuh Atas. Mereka memerlukan wadah untuk menyalurkan bakat dan kreativitas seperti era Gubernur Ali Sadikin banyak Gelanggang Remaja.

Rintik hujan membasahi Jakarta, Jumat (15), tidak menyurutkan anak-anak remaja Citayam, Bogor, untuk berkumpul di Terowongan Kendal, Pintu Masuk MRT, Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Kegiatan mereka belakangan menjadi pusat perhatian warga yang beraktivitas di sini. Mereka berkumpul dan bercanda.

Remaja-remaja tersebut sesekali mengerumuni salah satu pendahulu mereka, Jeje, yang tengah berboncengan dengan Bowo di atas motor sport. Jeje atau Jasmine Latika yang mencuatkan sebutan remaja "SCBD" alias Sudirman Citayam Bojonggede Depok bersama teman prianya, Bonge.

Sebagian remaja, duduk berkumpul atau berswafoto dengan berlatar belakang pemandangan taman. Sebagian lagi sibuk membuat konten video untuk sosial media.Ternyata tidak hanya remaja Citayam yang datang. Mereka dari beberapa wilayah Jabotabek, seperti Poris Tangerang, Jakarta Barat, Depok, Serang, dan Bekasi.

Salah satu remaja asal Citayam, Eka Saputra alias Bonge, yang merupakan teman pria Jeje, mengatakan sengaja datang Dukuh Atas untuk sekadar nongkrong dan kumpul bersama teman-teman. "Nongkrong ngopi, gitu bareng teman-temen di sini," kata Bonge ditemui Koran Jakarta di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (15/7).

Remaja asli Citayem ini, mengaku sudah tidak sekolah sejak kelas tiga Sekolah Dasar karena orang tua tidak mampu membiayai. "Saya sudah tidak sekolah dari 3 SD. Orang tua enggak ada biaya," ucapnya. Melihat peluang mencari konten video, Bonge mencoba peruntungan dengan membuat konten di sosial media. Dari membuat konten, dia mampu mendapat uang jutaan rupiah. "Bisa sampai jutaan, Bang," jelasnya.

Saat ditawarkan untuk mendapat beasiswa dari Menteri Pariwisata dan Kreatif Sandiaga Uno, Bonge masih mau kembali menimba ilmu. "Mau banget, Mas karena saya dapat kembali sekolah," jelasnya. Ditemui di lokasi yang sama, Jibon mengaku tujuan datang ke Dukuh Atas juga ingin nongkrong untuk mencari teman."Saya datang kemari untuk mencari teman nongkrong saja, Bang," ujar Jibon.

Jibon mengaku rela bolos sekolah untuk datang ke Dukuh Atas demi bertemu teman-teman. "Saya bolos sekolah, Bang demi datang kemari," ucapnya.Menurut Jibon, pendidikan penting demi masa depan. "Pendidikan peting banget, tapi karena kita bandel, sering cabut alias bolos sekolah," tutur Jibon.

Menyikapi kehadiran para remaja di Dukuh Atas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi para remaja Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok (SCBD) itu. Mereka tampil percaya diri mengenakan busana produk lokal. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, sangat bangga kawasan Dukuh Atas menjadi destinasi wisata. Menurutnya, kawasan dukuh atas memiliki daya tarik tersendiri bagi remaja SCBD itu.

"Kami sejujurnya senang dan bersyukur adik-adik, saudara dari Citayam bermain di Dukuh Atas naik kereta. Itu rekreasi ke Jakarta, sesuatu yang baik," kata Riza. Menurut Riza, Jakarta menjadi salah satu destinasi wisata masyarakat penyangga Ibu Kota seperti Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Namun, Riza mengimbau para remaja untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin mengatakan, pihaknya memastikan para remaja yang nongkrong lebih dari pukul 22.00 WIB di Dukuh Atas, bakal dibubarkan. Namun begitu, belum ada sanksi remaja kedapatan nongkrong hingga larut malam.

"Kita pastikan remaja yang nekat akan kita minta pulang," kata Komarudin.

Dia akan mengedukasi orang tua untuk lebih memperhatikan anaknya. Peran orang tua sangat penting untuk pengawasan. "Apalagi kita lihat cukup banyak anak-anak di bawah umur. Kita harapkan orang tua ikut mengawasi anaknya agar tidak main sampai larut," ucapnya."Kami akan menindak hukum yang membuat kriminalitas," pungkasnya.

Konten Edukasi

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menunjuk pegiat media sosial, Jasmine Latika atau Jeje untuk membuat konten edukasi kebersihan Dukuh Atas, Jakarta yang viraldi kalangan anak muda sebagai tempat berkumpul dengan nama "SCBD" (Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.