Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Diimbau Waspadai Erupsi Anak Krakatau

📅 Rabu, 27 Apr 2022, 06:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Diimbau  Waspadai Erupsi Anak Krakatau Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Pengamatan CCTV dari Pulau Sertung pada pukul 20:20:02 WIB - Aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau pada Minggu (24/4/) mengeluarkan abu vulkanik.

PANDEGLANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengantisipasi erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda guna mengurangi risiko kebencanaan.

"Kami selalu menggalakkan siap siaga selama 24 jam," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pandeglang, Lilis Sulistiyati di Pandeglang, kemarin.

Saat ini, kata dia, aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan peningkatan signifikan sehingga statusnya dinaikkan dari Waspada Level III menjadi Siaga Level II pada 24 April 2022. Dengan kenaikan status tersebut, nelayan dan warga agar tidak mendekat kawasan Gunung Anak Krakatau karena mengeluarkan lava pijar.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah menyampaikan perubahan zona aman menjadi radius lima kilometer dari sebelumnya dua kilometer (km).

"Kami terus memonitor informasi dari BMKG dan PVMBG untuk mengetahui perkembangan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Lilis Sulistiyati.

Menurut dia, pesisir pantai Pandeglang berhadapan langsung dengan Gunung Anak Krakatau. Jika terjadi letusan dipastikan menimpa warga Carita, Labuan, Panimbang, dan Sumur.

Pengalaman itu, kata dia, terjadi pada letusan Gunung Krakatau tahun 1883 dan tsunami pada 2018 hingga mengakibatkan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi. "Kami berharap dengan siap siaga dapat meminimalisasi korban jiwa," katanya.

Siaga Level Tiga

Sementara itu, Kantor SAR Provinsi Banten menyiapkan Tim Rescue SAR untuk menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.

"Kita sudah siagakan Tim Rescue SAR selama 24 jam sehubungan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau ( GAK) yang meningkat dan berstatus Siaga Level III," kata Humas Kantor SAR Banten Wahyu saat dihubungi di Lebak, Selasa (26/4).

Tim Rescue SAR Banten memiliki kompetensi dan ketrampilan dalam melakukan evakuasi penyelamatan di perairan, karena mereka sudah dilakukan pelatihan.

Apabila terjadi bencana akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, katanya, maka Tim Rescue SAR cepat bergerak untuk melakukan evakuasi penyelamatan. "Kami siaga penuh dan siap terjun jika diperlukan," katanya.

Ia mengatakan Tim Rescue SAR dilengkapi peralatan Kapal KN SAR Tetuka 247 dengan memiliki kecanggihan dan kelebihan dapat menemukan korban dengan hanya memberikan titik koordinat.

Kapal dengan kecepatan mencapai 29 knot tersebut sudah dilengkapi dengan peralatan serba digital, paparnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.