Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelang Idul Fitri, Permintaan Salah Satu Kuliner Khas Payakumbuh Meningkat

📅 Rabu, 27 Apr 2022, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Idul Fitri, Permintaan Salah Satu Kuliner Khas Payakumbuh Meningkat Doc: Antara/ Akmal Saputra
Ket. Pemilik Rendang Jagung Makranin Oldi Putra saat menunjukkan produk olahannya.

Payakumbuh - Permintaan konsumen terhadap produk makanan olahan varian rendang jagung di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah mulai meningkat.

"Alhamdulillah permintaan sudah mulai meningkat, biasanya itu rata-rata kita merendang satu kali sehari sekarang bisa dua kali," kata Pemilik Rendang Jagung Makranin Oldi Putra di Payakumbuh, Rabu (27/4).

Dia mengatakan, saat ini pihaknya merendang lebih dari 60 kantong setiap harinya sedangkan pada hari biasa hanya sekitar 30-an kantong. Untuk satu kantong rendang jagung dengan berat 200 gram dijual dengan harga Rp50 ribu.

Karena itu, pihaknya juga tengah menyiapkan stok untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan dari perantau saat Lebaran 1443 Hijriah. "Perantau kita kan sudah dua tahun tidak pulang, jadi dengan meningkatnya pemudik tahun ini kemungkinan permintaan juga meningkat," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini permintaan telah mulai banyak berdatangan dari pemudik dan pusat oleh-oleh. "Secara merata memang permintaan meningkat, baik dari pemudik ataupun pusat oleh-oleh. Termasuk pesanan di e-commerce ," kata dia.

Rendang jagung merupakan varian baru yang memang dikembangkan oleh Oldi Putra semenjak tahun lalu. Hal itu dilkukan setelah melihat anaknya kecanduan membeli makanan asal luar negeri.

"Pada awalnya saya juga banyak bertanya untuk resepnya sebelum akhirnya menemukan yang tepat. Dalam pembuatannya bahan-bahannya hampir sama dengan rendang biasa tapi membutuhkan kelapa yang lebih banyak," ujarnya.

Tidak hanya jagung, dalam rendang jagung yang dibuatnya juga ditambahkan daging sapi yang disuwir sehingga rasanya lebih bervariasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Megapolitan
Pelajar Bogor Belajar Langs...
Luar Negeri
Seoul Galakkan Konsep Kota ...
Megapolitan
22 Sekolah Harus Direhabili...
Megapolitan
Investasi Tangerang Terting...
Megapolitan
Gudang-gudang di Jobodetabe...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.