Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Krakatau Purba, Seakan Hidup Abadi! Meletus Dahsyat Hingga Hancur, Lalu Kembali Muncul Menciptakan Gunung Baru!

📅 Senin, 25 Apr 2022, 20:20 WIB | Oleh:
Gunung Krakatau Purba, Seakan Hidup Abadi! Meletus Dahsyat Hingga Hancur, Lalu Kembali Muncul Menciptakan Gunung Baru! Doc: PVMBG
Ket. Gunung Anak Krakatau

Pada tanggal 25 April 2022, gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. Tercatat semburan kolom abu mencapai ketinggian 3000 meter dari atas puncak gunung.

Gunung Anak Krakatau merupakan gunung berapi aktif. Berada di Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya berada di perairan Selat Sunda. Antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Nama Krakatau ini juga disematkan pada salah satu puncak gunung berapi yang ada di kepulauan tersebut.

Gunung Krakatau merupakan cagar alam yang terdapat empat pulau kecil. Diantaranya adalah Pulau Rakata, Pulau Anak Krakatau, Pulau Sertung dan Pulau Panjang. Keseluruhan pulau ini, muncul akibat letusan Gunung Krakatau di masa lampau.

Aktivitas vulkanis Gunung Anak Krakatau memang kerap terjadi setiap tahunnya. Namun Gunung Krakatau, pernah mengalami beberapa kali letusan dahsyat. Gunung Krakatau Purba diketahui pernah meletus pada abad ke 5 Masehi.

Gunung Krakatau Purba yang meledak hebat di abad ke 5 Masehi tersebut, menyisakan tepi kawah. Lalu membentuk tiga pulau, yaitu Pulau Rakata Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Pulau Rakata akhirnya berkembang menciptakan gunung baru, yang kembali disebut sebagai Gunung Krakatau.

Gunung Krakatau tersebut, meletus pada 26-27 Agustus 1883. Pada saat itu, Indonesia masih bestatus Hindia Belanda karena masih dalam masa penjajahan. Pada saat itu, Gunung Krakatau meletus selama dua hari berturut turut.

Letusan dahsyat dari Gunung Krakatau menciptakan empat kali ledakan besar, disusul dengan empat kali gelombang tsunami di Selat Sunda. Ketika itu, Gunung Krakatau mengeluarkan jutaan ton batu, debu dan magma.

Muntahan Gunung Krakatau sampai menutupi wilayah seluas 827.000 kilometer persegi. Dahsyatnya letusan Gunung Kratau ini, sampai membuat sebagaian besar bagian Gunung Krakatau dan Pulau Rakata gugur ke dalam laut.

Letusan maha dahsyat Gunung Krakatau, menciptakan gelombang tsunami besar pada hari kedua. Tsunami yang terjadi, membawa material vulkanik berupa magma dan bebatuan. Material yang terbawa ini sampai mencapai pesisir pantai lampung dan Banten.

Pada saat itu, Gunung Krakatau telah menunjukan peningkatan aktivitasnya sejak bulan Mei dan puncaknya terjadi pada 26 dan 27 Agustus 1883. Letusan awal Gunung Krakatau, mencipatakan awan panas dan material vulkanik yang berterbangan ke udara hingga setinggi 24 kilometer.

Suara yang tercipta akibat letusan Gunung Krakatau, terdengar hingga Perth, Australia, yang berjarak 4.500 kilometer dari sumber suara. Letusan ini membuat ratusan ribu orang meninggal dunia.

Ledakan yang terjadi pada tahun 1883 tersebut, membuat bagian tubuh Gunung Krakatau hancur hingga 60 persen. Di bekas Gunung Krakatau yang sudah hancur tersebut, menyisakan kaldera yang sama dengan ledakan yang terjadi pada Gunung Krakatau Purba pada abad ke 5 silam.

Dari area kaldera yang masih aktif tersebut, menciptakan gunung baru yang mulai terlihat pada tahun 1927. Gunung baru inilah yang dinamakan Gunung Anak Krakatau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

Penutupan Sementara Operasional Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang hingga Pukul 13.30 WIB

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.