Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WTO: Krisis di Ukraina Bisa Pangkas Pertumbuhan Perdagangan Global

📅 Rabu, 13 Apr 2022, 00:02 WIB | Oleh:
WTO: Krisis di Ukraina Bisa Pangkas Pertumbuhan Perdagangan Global Doc: AFP
Ket. Kantor pusat WTO - Konflik mendorong harga pangan dan energi, dan mengurangi ketersediaan barang yang diekspor oleh Russia dan Ukraina.

JENEWA - Konflik yang sedang berlangsung antara Russia dan Ukraina telah memberikan pukulan telak bagi ekonomi global. Pertumbuhan perdagangan global 2022 yang diperkirakan pada Oktober lalu bakal tumbuh 4,7 persen, kini direvisi turun berkisar 2,4-3 persen. Proyeksi berdasarkan model simulasi ekonomi global dibuat oleh Sekretariat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) seperti yang dirilis pada Senin (11/4).

Menurut model simulasi itu, krisis dapat menurunkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global 0,7-1,3 persen ke level 3,1 hingga 3,7 persen pada tahun ini. "Konflik mendorong harga pangan dan energi, dan mengurangi ketersediaan barang yang diekspor oleh Russia dan Ukraina," kata WTO dalam catatannya.

Menurut catatan itu, Russia dan Ukraina merupakan pemasok utama produk-produk penting, terutama makanan dan energi.

"Kedua negara memasok sekitar 25 persen gandum, 15 persen jelai, dan 45 persen ekspor produk bunga matahari secara global pada 2019. Russia sendiri menyumbang 9,4 persen perdagangan bahan bakar dunia, termasuk 20 persen pangsa gas alam ekspor," kata WTO.

Russia adalah salah satu pemasok global utama paladium dan rhodium, yang merupakan elemen penting dalam produksi catalytic converter untuk kendaraan. Sementara itu, produksi semikonduktor sangat bergantung pada neon yang dipasok oleh Ukraina.

"Gangguan pada pasokan bahan-bahan ini dapat menghantam produsen mobil pada saat industri baru saja pulih dari kekurangan semikonduktor," sebut WTO.

Eropa, tujuan utama ekspor Russia dan Ukraina, kemungkinan akan mengalami dampak ekonomi terberat. Pengurangan pengiriman biji-bijian dan bahan makanan lainnya juga akan menaikkan harga barang-barang pertanian.

Paling Rentan

Sedangkan Afrika dan Timur Tengah adalah wilayah yang paling rentan karena mereka mengimpor lebih dari 50 persen kebutuhan sereal mereka dari Ukraina dan Russia. Secara keseluruhan, 35 negara di Afrika mengimpor pangan dan 22 mengimpor pupuk dari Ukraina, Russia atau keduanya.

Catatan itu juga menyatakan beberapa negara di Afrika Sub-Sahara menghadapi potensi kenaikan harga hingga 85 persen untuk gandum, sebagai akibat dari dampak krisis pada pengiriman biji-bijian.

"Krisis saat ini kemungkinan akan memperburuk kerawanan pangan internasional pada saat harga pangan secara historis sudah tinggi karena pandemi Covid-19 dan faktor lainnya," pungkas WTO.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Pelatihan fotografi produk UMKM

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Pelatihan fotografi produk ...

Festival Olahraga Rakyat Jakarta 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Festival Olahraga Rakyat Ja...
Ekonomi
Banpres rehabilitasi usaha ...
Olahraga
Final Kejurnas GTX Motocros...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.