Sering Duduk Lebih dari 30 Menit? Studi Ungkap Risiko Kematian Akibat Kanker Meningkat
📅 Jumat, 03 Jul 2026, 16:12 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLONDON – Terlalu lama duduk tanpa jeda ternyata tidak hanya berdampak pada kebugaran tubuh, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker. Temuan itu diungkap dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 91.000 orang dan dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine.
Dari The Guardian, Tim peneliti dari Universitas Glasgow menemukan bahwa kebiasaan duduk atau berbaring selama lebih dari 30 menit berturut-turut saat terjaga berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian akibat kanker. Bahkan, setiap tambahan satu jam perilaku sedentari yang berlangsung terus-menerus dikaitkan dengan kenaikan risiko sekitar 10 persen.
Meski demikian, para peneliti menegaskan risikonya dapat ditekan dengan cara yang sederhana, yakni menyelingi waktu duduk dengan aktivitas ringan. Tidak harus berolahraga berat, kegiatan seperti berjalan kaki sebentar, mencuci piring, menyapu, hingga menyetrika sudah dinilai memberikan manfaat bagi kesehatan.
Penulis utama penelitian, Dr. Frederick Ho, mengatakan kebiasaan bangun setiap 30 menit untuk bergerak sejenak dapat membantu mengurangi dampak buruk dari duduk terlalu lama.
Menurutnya, selama ini rekomendasi kesehatan lebih banyak menekankan pentingnya olahraga dengan intensitas sedang hingga berat. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan ringan sehari-hari juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan seharusnya tidak diabaikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian ini menganalisis data peserta UK Biobank yang mengenakan alat pemantau aktivitas selama rata-rata 12 tahun. Hasilnya menunjukkan, mengganti satu jam waktu duduk setiap hari dengan aktivitas fisik ringan dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat kanker hingga 12 persen.
Sementara itu, mengganti 30 menit waktu duduk dengan aktivitas intensitas sedang, seperti berjalan kaki dengan kecepatan normal, dikaitkan dengan penurunan risiko sekitar 8 persen. Manfaat yang lebih besar terlihat pada aktivitas yang lebih intens, di mana mengganti lima menit waktu tidak aktif dengan lima menit aktivitas berat setiap hari berkaitan dengan penurunan risiko hingga 22 persen.
Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Mereka menilai masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan seberapa besar pengaruh kebiasaan duduk terhadap risiko kanker.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!