Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sistem Perizinan OSS Masih Bermasalah, Menteri Luhut: Bill Gates yang Selesaikan Sehari juga Nggak Selesai

📅 Kamis, 17 Mar 2022, 13:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sistem Perizinan OSS Masih Bermasalah, Menteri Luhut: Bill Gates yang Selesaikan Sehari juga Nggak Selesai Doc: ANTARA/Ade Irma Junida
Ket. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Grand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan di Jakarta, Kamis (17/3).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui sistemOnline Single Submission(OSS) masih belum sempurna dan bermasalah.

Meski bagi sejumlah perusahaan besar sistem OSS masih banyak dikeluhkan, menurut dia, sistem tersebut telah banyak membantu perizinan bagi pelaku UMKM.

"Mengenai OSS, memang masih ada masalah sana sini. Tapisuccess storymereka ini untuk yang skala UMKM sudah tidak ada masalah. Kalau yang besar memang memerlukan satu kerja sama yang besar lagi," katanya dalamGrand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan di Jakarta, Kamis (17/3).

Luhut mengakui sistem OSS masih membutuhkan banyak perbaikan ke depan. Ia bahkan berseloroh bahkan mendiang bos Apple Steve Jobs dan bos Microsoft Bill Gates pun tidak akan bisa menyelesaikan masalah OSS dalam waktu singkat.

"Istilah dariteam twobilang kayak begini ke saya, 'Suruh bangunin lagi Steve Jobs dari kuburannya sama Bill Gates untuk menyelesaikan (OSS) sehari juga enggak akan selesai, seminggu juga enggak akan selesai'," katanya.

Pasalnya, sistem OSS di Indonesia membutuhkan data-data digital dari penjuru wilayah di Tanah Air.

"Karena apa, kita membutuhkan 2.000 digital map dari kabupaten/kota, nah kita baru punya 56 (digital map). Itu harus kita genjot. Kalau itu selesai, secara bertahap semua dilakukan, kita akan jauh lebih hebat lagi ke depan," sambungnya.

Luhut pun memperkirakan dalam satu setengah tahun hingga dua tahun ke depan sistem OSS akan bisa lebih baik dan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk bersabar.

"Saya kira dalam dua tahun atau satu setengah tahun kita akan bisa menyempurnakan itu semua. Jadi kalau ada keluhan dari teman-teman di OSS itu, tidak ada yang salah. Jadi kita harus berkorban sedikit untuk masukkan ini," katanya.

Luhut pun memastikan pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik untuk penyempurnaan OSS. Ia juga mengingatkan agar tidak saling menyalahkan. OSS merupakan wujud nyata amanat UU Cipta Kerja yang diterbitkan guna memberikan kemudahan perizinan usaha.

"Sekarang kita lagi cari solusinya bagaimana dan kita tidak perlu mengatakan bahwa ini yang salah, itu yang salah, tidak. Memang ini pekerjaan magnitude-nya betul-betul gigantic (besar), karena kita menyatukan semua. Kita beruntung kemarin UU Cipta Kerja itu ada sehingga banyak masalah yang bisa terselesaikan," pungkas Luhut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jamu Didorong Menembus Pasar Global

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Jamu Didorong Menembus Pasa...
Ekonomi
Perkembangan Investasi Pusa...
Luar Negeri
Separuh Anak Dunia Terpapar...
Luar Negeri
Xi: Tiongkok Dukung Myanmar...
Luar Negeri
Negara G7 Desak Russia Akhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.