Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO: Gelombang Panas di Eropa Sebabkan Lebih dari 1.300 Kematian

📅 Senin, 29 Jun 2026, 02:40 WIB | Oleh:
WHO: Gelombang Panas di Eropa Sebabkan Lebih dari 1.300 Kematian Doc: AFP/Alberto PIZZOLI
Ket. Warga antre untuk mendinginkan badan dengan air di sebuah air mancur yang ada di Lapangan Santo Petrus di Vatikan pada Minggu (28/6). WHO pada Minggu mengumumkan bahwa bahwa lebih dari 1.300 kematian tambahan telah tercatat di Eropa sejak sepekan lalu terkait dengan gelombang panas.

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (28/6) mengatakan bahwa lebih dari 1.300 kematian tambahan telah tercatat di Eropa sejak 21 Juni terkait dengan gelombang panas yang memecahkan rekor yang melanda sebagian besar benua tersebut.

"Saat ini 150 juta orang hidup di bawah panas ekstrem, ratusan orang telah meninggal, sekolah-sekolah ditutup, jaringan listrik kewalahan," kata kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, di media sosial X.

Setidaknya 191 juta orang diperkirakan akan mengalami suhu setidaknya 35 Celsius pada Minggu di Eropa, dengan panas yang sangat intens terjadi di Jerman khususnya di wilayah Berlin, Republik Ceko, Hongaria, dan Polandia.

Sebanyak 381 juta orang di Eropa, tidak termasuk Turki, juga akan mengalami suhu di atas 30 Celsius, menurut analisis berdasarkan perkiraan dari Layanan Meteorologi Jerman. Slovakia, Serbia, Kroasia, Italia, Austria, dan Ukraina barat, juga akan terpengaruh oleh gelombang panas ini.

Di daratan Prancis, di mana peringatan merah diperkirakan akan dicabut pada Minggu malam. menyusul cuaca panas mereda di seluruh Prancis pada Minggu setelah berhari-hari suhu yang sangat terik dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius di banyak daerah.

Pejabat kesehatan Prancis mengatakan pada Minggu bahwa telah terjadi sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan selama gelombang panas melanda sebagian besar Eropa Barat selama beberapa hari.

"Sejak 24 Juni, sekitar 1.000 kematian tambahan telah diamati dibandingkan dengan kematian yang tercatat pada bulan-bulan sebelumnya," kata Badan Kesehatan Masyarakat Prancis dalam sebuah pernyataan.

Badan tersebut mengatakan daerah-daerah yang berada di bawah peringatan merah untuk gelombang panas sangat terpengaruh, dan 85 persen dari kematian tersebut adalah mereka yang berusia 65 tahun ke atas. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.