Melatih Mahasiswa Menaklukkan Dunia Nyata
📅 Sabtu, 20 Nov 2021, 07:20 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupRiset perguruan tinggi masih cukup banyak menggugurkan kewajibannya. Riset berorientasi pada report atau laporan. Jadi, riset untuk kumpulan kenaikan pangkat. Tampaknya di perguruan tinggi yang memiliki pemahaman itu akan sulit melakukan lompatan riset. Riset harus membawa perguruan tinggi mampu menjawab permasalahan masyarakat.
Selain kendala administrasi, apalagi yang menjadi tantangan riset perguruan tinggi?
Riset perguruan tinggi terkendala dana. Meskipun ada penganggaran sesuai dengan status perguruan tingginya seperti PTNBH, seperempat anggaran untuk riset. Tapi, faktanya tidak bisa digunakan semua sebab ada keterbatasan dana di PTN. Meskipun, faktanya ada pendanaan lain oleh kementerian, lembaga, pemda, dan swasta, itu juga sangat selektif memberikan dananya.
Dana-dana bersumber dari pemerintah tampaknya mengalami kesulitan untuk para peneliti mengekspor hasil. Pertanggungjawabannya lebih kepada proses atau administrasi. Belum banyak riset berorientasi hasil atau capaian-capaian yang dirancang. Banyak peneliti yang hanya memenuhi administrasi, terutama keuangan. Ke depan, kita harapkan ada fleksibilitas sistem pertanggungjawaban. Sebab, seluruh pengelolaan dana PTN akhir tahun harus dipertanggungjawabkan kepada lembaga-lembaga internal maupun eksternal. Ini mengambat juga pengembangan riset kita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagaimana keberlangsungan perkuliahan selama Pandemi Covid-19?
Sejak Maret 2020, kampus memulai era baru sistem pembelajaran. Ini karena ada pandemi. Awalnya tatap muka atau luar jaringan (luring). Pertengahan Maret 2020 berubah menjadi dalam jaringan (daring). Perubahan ini menjadi tantangan baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Seluruh civitas academica harus distance learning atau kuliah tanpa tatap muka, tapi dalam jaringan.
Perubahan-perubahan ini harus kita antisipasi dan sudah dilakukan. Sekarang, kesiapan perguruan tinggi untuk memasuki babak baru: perkuliahan dengan tatap muka. Maka kampus-kampus yang sudah siap mulai dibuka dengan bersyarat dan bertahap. Prokes harus disiplin. Kalau mahasiswa tidak mau ke kampus, tidak usah. Tapi pembelajarannya tetap berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berikutnya berkaitan dengan peran perguruan tinggi dalam penanganan Covid-19, harus responsif. Perguruan Tinggi berperan serta menyiapkan riset-riset, alat-alat, termasuk di dalamnya menyukseskan vaksinasi.
Riwayat Hidup*
Nama: Prof Dr Jamal Wiwoho, SH, MHum
Tempat, tanggal lahir: Magelang, Jawa Tengah, 8 November 1961
Pendidikan:
- S1 Sarjana Hukum di Universitas Sebelas Maret (1985)
- S2 Magister Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro (1995)
- S3 Doktor di Universitas Diponegoro (2005)
Karier:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!