Melatih Mahasiswa Menaklukkan Dunia Nyata
📅 Sabtu, 20 Nov 2021, 07:20 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupKoordinasi berjalan baik. Kami bisa melakukan dengan kementerian untuk bersama-sama menyinergikan dan menyukseskan program-program yang sudah dicanangkan Kemendikbudristek. Dalam konteks ini, program-program terkait dengan lima perundang-undangan yang berkaitan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Sebagai Ketua MRPTNI dan Rektor UNS, bagaimana Bapak menyambut kebijakan MBKM?
Kami mengapresiasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Kalau kita lihat pada aturannya, maka ada delapan kegiatan yang bisa dilakukan agar tercapai tujuan MBKM sebagai wadah menggembleng mahasiswa.
Delapan kegiatan tersebut adalah pertukaran pelajar, magang/praktik kerja. Kemudian, asistensi mengajar di satuan pendidikan. Lalu, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen. Berikutnya, membangun desa/KKN Tematik. Pada praktiknya, delapan kegiatan MBKM ini masih ada yang menambah lagi dengan bela negara untuk kampus-kampus yang sudah menerapkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apakah perbedaan status di PTN memengaruhi dalam implementasi MBKM?
MBKM itu konsepnya satu. Nah, pada tahapan implementasi bisa disesuaikan dengan keadaan-keadaan kampus tersebut. Itu kita baru menyebut PTN saja. Peta perguruan tinggi Indonesia ada lebih dari 4.500 kampus. Tentu perguruan tinggi kalau kita lihat dari sisi akreditasi, yang A masih sangat sedikit. Dilihat dari sisi standar mutu, dari 4.500, kisaran 100. Itu menunjukkan dari sisi mutu masih harus banyak dibenahi.
Bagaimana UNS merespons kebijakan MBKM ini?
Sebaiknya Anda baca juga:
UNS termasuk PTNBH. Kita siap dengan konsep-konsep baru MBKM. Kesiapan-kesiapan ini karena kekompakan di antara kami yang bersama-sama memahami peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan MBKM. Artinya, semua komponen bersama-sama menyukseskan program MBKM.
Dalam praktiknya, kita lakukan semuanya untuk delapan kegiatan MBKM. Kita dengan pengalaman, keuletan, dan kerja sama seluruh komponen bisa menyesuaikan karakteristik-karakteristik dan penilaian-penilaian atau evaluasi-evaluasi dengan model yang diterapkan dengan standar-standar MBKM. Jadi, kita siap menyukseskan MBKM.
Presiden Joko Widodo minta mahasiswa memiliki kompetensi baru, yang bahkan belum ada. Bagaimana pandangan Bapak terkait ini?
Jawabannya: MBKM. MBKM melatih mahasiswa S-1 atau vokasi banyak belajar ilmu untuk bisa menaklukkan dunia nyata. Jadi, kampus harus didekatkan dengan dunia nyata dengan pertukaran pelajar, KKN, riset, proyek kemanusiaan, kewirausahaan, studi independen, dan sebagainya. Itu yang kita siapkan agar setiap mahasiswa sekarang tidak hanya tahu fakultas atau satu prodi.
Setiap mahasiswa setidaknya ada tiga semester untuk membekali pengalamannya di luar prodi. Satu semester di fakultas berbeda, di universitas sama. Kedua satu semester di luar universitas dalam prodi yang sama. Satu semester untuk tidak di kampus dan prodi yang lain, tapi dengan mitra, di antaranya dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pemerintahan, serta lembaga-lembaga lain melalui konsep magang.
Di situ, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengetahui substansi atau muatan-muatan regulasi di prodi pilihan. Mereka memungkinkan dan dimungkinkan memiliki kecakapan teori serta praktik di luar prodi. Kita bisa ambil contoh menteri kesehatan. Dia tidak punya latar belakang dokter, tapi bisa memanajemen Kemenkes. Banyak alumnus perguruan tinggi termasuk juga UNS yang bekerja bukan terkait keahlian fakultasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!