Indonesia Beli Pesawat Hercules C-130J Seri Terbaru dari Lockheed Martin
📅 Kamis, 09 Sep 2021, 15:11 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Lockheed Martin
JAKARTA - Indonesia membeli pesawat angkut Hercules C-130J seri terbaru buatan industri pertahanan Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin.
Saat meninjau pabrik pesawat Lockheed Martin di Maryland, AS, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan pembelian pesawat C-130J yang telah dipesan ini akan meningkatkan kemampuan TNI Angkatan Udara.
"Terutama [kemampuan] dalam operasi angkutan udara secara signifikan," ujar Kasau dalam keterangan resminya pada Kamis (9/9).
Namun, TNI AU tidak mau menyebutkan berapa banyak unit pesawat yang dipesan serta kapan kontrak pembelian dilakukan dan nilai yang disepakati.
Pada saat kunjungan ini, Kasau juga menerima penjelasan tentang perkembangan pesawat C-130J Hercules pesanan TNI AU yang tengah diproduksi di pabrik pesawat tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya yakin kunjungan ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pelatihan C-130J dan C-130, agar TNI Angkatan Udara mampu meningkatkan kemampuan operasionalnya dari pesawat tersebut," kata dia.
Kasau juga menyatakan pesawat hercules C-130 yang telah dimiliki saat ini menjadi andalan TNI AU dalam setiap operasi militer, bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
"Terlebih lagi di tengah pandemi Covid-19, C-130 TNI AU memiliki peran penting dalam upaya penanganannya, terutama dalam mendistribusikan vaksin Covid-19 dan berbagai peralatan medis ke seluruh wilayah indonesia," papar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dikutip dari berbagai sumber, saat ini Indonesia memiliki sekitar 30-an unit pesawat Hercules C-130. Pesawat itu dioperasikan tiga skadron udara yakni Skadron Udara 31 Landasan Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Skadron Udara 32 Landasan Udara Abdul Rachman Saleh di Malang, Jawa Timur, dan Skadron Udara 33 di Landasan Udara Sultan Hassanudin di Makassar, Sulawesi Selatan.
Mayoritas pesawat Hercules C-130 yang dimiliki berusia tua yang dibuat pada 1960-1990. Anadolu/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!