Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tren Budidaya Lobster Air Tawar, Harganya Selangit Capai Rp200 Ribu Per Kilogram

📅 Kamis, 26 Agu 2021, 15:03 WIB | Oleh:
Tren Budidaya Lobster Air Tawar, Harganya Selangit Capai Rp200 Ribu Per Kilogram Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi lobster air tawar.

YOGYAKARTA - Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas perikanan budidaya yang akhir-akhir ini marak dibudidayakan. Lobster ini memiliki permintaan pasar yang relatif tinggi namun masih sedikit yang membudidayakannya. Tekstur dari dagingnya yang lembut dan empuk serta rasanya yang manis seperti udang membuat budidaya lobster ini memiliki peluang yang tinggi untuk dikembangkan dan cocok diolah menjadi berbagai jenis masakan.

"Dan harganya sangat menguntungkan pembudidaya, bayangkan sekilo harganya 15-200 ribu rupiah," kata Muhammad Rizky Azidtya, mahasiswa UGM yang berhasil membudidayakan lobster air tawar di Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul.

Program budidaya ini dilakukan Rizky bersama 4 mahasiswa UGM lain, Arsita Budi Rizqi, Cindika Wanda Oktaviani, Naufal Mu'afi, dan Dito Zhafran Amarrafi dengan bimbingandosennya, Saiqa Ilham Akbar.

Kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (26/8), Rizky mengatakan budidaya lobster air tawar mempunyai prospek yang sangat tinggi karena lobster air tawar merupakan komoditas yang masih jarang dibudidayakan serta cara pembudidayaannya yang relatif mudah bagi pemula sekalipun.

Lobster air tawar dapat dipanen dengan berbagai macam ukuran untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan harga yang berkisar antara 150.000-250.000 rupiah per kilogramnya. Sementara itu, untuk lobster hasil budidaya akan dijual baik masih hidup maupun olahan sesuai permintaan konsumen.

Program budiaya lobster air tawar ini saat ini juga diajukan dalam kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021 yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program mengangkat judul, Gerakan Budidaya Lobster Air Tawar di Desa Jetis, Gunungkidul Guna Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Potensi Wirausaha Sosial.

Rizky mengungkapkan program yang mereka buat bertujuan untuk membantu mengembangkan potensi masyarakat Kalurahan Jetis, Saptosari, Gunungkidul untuk membuka usaha mandiri. Mereka ingin masyarakat bisa memanfaatkan potensi wisata yang ada di sepanjang pantai Gunungkidul yang selama ini kurang dilirik yaitu usaha kuliner.

"Program kami yaitu Capit Berdaya memiliki lima turunan program yaitu Capit Bisa, Capit Cemerlang, Capit Sejahtera, Capit ELok, dan Capit Pantas yang pada intinya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk budidaya lobster air tawar secara mandiri, memahami konsep pengelolaan keuangan, pemasaran, dan pengolahan dari lobster air tawar, serta turut menjaga lingkungan dengan menerapkan reduce, reuse, dan recycle," jelas Rizky.

Rizky menjelaskan budidaya lobster air tawar diharapkan dapat menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat Kalurahan Jetis, Gunungkidul. Sebelumnya, banyak masyarakat yang tidak bekerja sehingga tidak punya penghasilan sama sekali. Masyarakat juga memiliki keterbatasan informasi dan pengetahuan mengenai budidaya lobster air tawar. Potensi wisata yang terus berkembang juga meningkatkan permintaan lobster air tawar untuk memenuhi kebutuhan kuliner wisatawan.

Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai pembudidayaan lobster air tawar, cara pengolahan menjadi berbagai jenis kuliner, dan pengemasannya," terangnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga dibimbing untuk memahami pengelolaan keuangan dan cara pemasaran dari produk berbahan lobster air tawar. Masyarakat juga dipersiapkan untuk menciptakan dan mengembangkan UMKM dengan produk berbahan dasar lobster air tawar.

Rizky mengatakan nantinya lobster hasil budidaya akan dipasarkan ke restoran-restoran di sepanjang pantai Gunungkidul dan membuka banyak lapangan usaha baru bagi masyarakat sekitar. Harapannya lobster air tawar dapat membawa Kalurahan Jetis maupun Kabupaten Gunungkidul untuk memiliki identitas kuliner baru yaitu Lobster Air Tawar sebagai andalan di bidang wisata kuliner.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.