Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terdampak PPKM, Polda Sumsel Bantu Pedagang Kaki Lima

📅 Senin, 02 Agu 2021, 12:00 WIB | Oleh:
Terdampak PPKM, Polda Sumsel Bantu Pedagang Kaki Lima Doc: Antara Foto

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan bersama jajaran dalam sebulan terakhir gencar melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat dan pedagang kaki lima yang terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kegiatan sosial bagi-bagi beras dan paket sembako kepada masyarakat dalam masa PPKM sekarang ini gencar dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kebijakan untuk menekan angka penularan COVID-19 yang mengalami lonjakan akhir-akhir ini," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri S. di Palembang, Senin.

Untuk membagikan bantuan beras dan paket sembako itu, dia menyatakan siap turun langsung ke kawasan kumuh atau "slum area", pasar tradisional, terminal, dan tempat lainnya di Kota Palembang serta daerah Sumsel lainnya.

"Masyarakat diharapkan bisa bersabar menghadapi kondisi sulit dampak pandemi COVID-19 yang cukup panjang ini, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mendukung program penanganan wabah virus corona jenis baru itu," ujarnya.

Kebijakan PPKM untuk mengatasi lonjakan penyebaran COVID-19 diharapkan mendapat dukungan maksimal dari semua lapisan masyarakat.

Dia mengharapkan dengan dukungan masyarakat mematuhi aturan selama PPKM dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, penularan COVID-19 bisa dikendalikan dan pandemi ini bisa segera diakhiri.

Selain pihak Polda Sumsel, jajaran Kodam II/Sriwijaya juga aktif membantu masyarakat yang ekonominya terdampak pandemi COVID-19.

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri di "slum area" wilayah Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Selasa (27/7).

"Kami melakukan 'door to door' menyerahkan bantuan paket kebutuhan pokok kepada sejumlah masyarakat yang sedang melakukan isoman," kata dia.

Pihaknya berupaya meringankan beban ekonomi masyarakat di Palembang dan daerah lainnya di wilayah Sumbagsel, meliputi Provinsi Sumsel, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung.

"Bantuan berupa beras 10 kg per kepala keluarga untuk masyarakat yang terkena dampak pandemi COVID-19 ini diupayakan disalurkan secara langsung oleh dirinya dan personel jajaran Kodam II/Sriwijaya agar benar-banar sampai di tangan orang yang tepat," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Nasional
DPR RI Pastikan RUU Perampa...

Banjir bandang Parigi Moutong

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Banjir bandang Parigi Moutong
Luar Negeri
Kemlu: Belum Ada WNI Dilapo...

Menkeu Pastikan DTSEN akan Terus Disempurnakan

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menkeu Pastikan DTSEN akan ...
Demo AMPB di DPR Membuah Hasil, DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026

Demo AMPB di DPR Membuah Hasil, DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Rampung 15 Desember 2026

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.