Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

3 Ton Sisik Trenggiling Hendak Diselundupkan, WNA Vietnam Diamankan Kemenhut.

2 Kamis, 27 Agu 2026, 15:02 WIB | Oleh:
3 Ton Sisik Trenggiling Hendak Diselundupkan, WNA Vietnam Diamankan Kemenhut. 3 Ton Sisik Trenggiling Hendak Diselundupkan, WNA Vietnam Diamankan Kemenhut. Doc: Antara Foto
Ket. Petugas dari Ditjen Gakkum Kemehut mengamankan VXH asal Vietnam karena diduga terkait jaringan perdagangan satwa di Pontianak, Kalbar, Rabu (26/8)

Kementerian Kehutanan (Kemehut) mengamankan seorang warga negara asing asal Vietnam atas dugaan terlibat jaringan perdagangan satwa lintas negara yang mencoba menyelundupkan tiga ton sisik trenggiling (Manis javanica).

Dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis, Kepala Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara Kemenhut Aswin Bangun menjelaskan bahwa VXH asal Vietnam di Pontianak, Kalimantan Barat diamankan karena diduga terkait dengan penyelundupan tiga ton sisik trenggiling yang berhasil digagalkan aparat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

"Dalam prosesnya, kami juga berkoordinasi dan bersinergi dengan Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan untuk melakukan penelusuran, pendalaman informasi, hingga pengamanan terhadap pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan perdagangan ilegal tersebut," kata Aswin.

Dia menjelaskan bahwa kasus itu bermula pada Februari 2026 ketika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menggagalkan penyelundupan sekitar 3.053 kilogram sisik trenggiling di Pelabuhan Tanjung Priok.

Dalam pemeriksaan, muatan tersebut ditemukan disamarkan sebagai komoditas lain dan diduga akan dikirim ke luar negeri.

Dengan pendalaman diketahui VXH diduga memiliki kaitan dengan jaringan tersebut dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Gakkum Kehutanan melakukan penelusuran dan koordinasi lintas lembaga hingga memastikan keberadaan yang bersangkutan di Kota Pontianak. Dia akhirnya diamankan pada Rabu kemarin (26/8) untuk kepentingan pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai ketentuan hukum.

Dalam pernyataan terpisah, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho menjelaskan bahwa perdagangan satwa liar merupakan kejahatan serius yang tidak hanya mengancam kelestarian satwa, tetapi juga menyentuh kepentingan negara dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia.

Dalam penanganannya Kemenhut terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan liar mengingat perdagangan satwa liar lintas negara membutuhkan kerja sama dan pertukaran informasi yang kuat antarnegara.

"Menghadapi kejahatan satwa liar yang semakin kompleks dan terorganisasi, Kementerian Kehutanan terus memperkuat sinergi antarinstansi dan kerja sama internasional, termasuk melalui jejaring INTERPOL, untuk mendukung pertukaran informasi, pelacakan jaringan, dan pengungkapan pihak-pihak yang terlibat," demikian Dwi Januanto Nugroho.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.