Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karantina Papua Tengah Periksa 1,5 Ton Ikan Tongkol Asal Fakfak di Pelabuhan Pomako

2 Jumat, 10 Jul 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Karantina Papua Tengah Periksa 1,5 Ton Ikan Tongkol Asal Fakfak di Pelabuhan Pomako Karantina Papua Tengah Periksa 1,5 Ton Ikan Tongkol Asal Fakfak di Pelabuhan Pomako Doc: ANTARA/HO-Humas Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tu
Ket. Petugas Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah sedang melakukan pemeriksan ikan tongkol di Pelabuhan Pomako,Kamis (9/7).

MIMIKA - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah melalui Pos Pelayanan Pelabuhan Pomako, Kabupaten Mimika, memeriksa ketat media pembawa berupa 1,5 ton ikan tongkol yang dipasok dari Fakfak, Papua Barat, Kamis (9/7).

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah Anton Panji Mahendra di Timika Kabupaten Mimika, Kamis, mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh petugas karantina dengan memastikan kesesuaian dokumen karantina serta melakukan pemeriksaan organoleptik terhadap komoditas ikan.

“Pemeriksaan organoleptik meliputi pengamatan kondisi fisik ikan, seperti warna, aroma, tekstur, dan tingkat kesegaran untuk memastikan ikan masih layak diedarkan serta tidak menunjukkan indikasi adanya penyakit atau penurunan mutu,” ujarnya.

Pemeriksaan karantina terhadap komoditas perikanan merupakan tahapan penting sebelum produk dipasarkan kepada masyarakat.

Selain untuk memastikan kelengkapan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku kata Anton, tindakan karantina juga bertujuan mencegah masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dari suatu daerah ke daerah lain yang berpotensi mengancam sumber daya perikanan, keberlangsungan usaha perikanan, serta keamanan pangan.

“Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh, Karantina Papua Tengah memastikan bahwa komoditas yang diperdagangkan memenuhi persyaratan kesehatan dan mutu sehingga aman untuk dikomersialkan dan dikonsumsi masyarakat,” ujarnya

Ia mengatakan langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Badan Karantina Indonesia dalam menjaga kelancaran lalu lintas komoditas perikanan tanpa mengabaikan aspek biosekuriti serta perlindungan terhadap sumber daya hayati Indonesia.

Karantina Papua Tengah mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk selalu melaporkan serta melengkapi dokumen karantina setiap kali melakukan pemasukan maupun pengeluaran komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan.

“Kepatuhan terhadap prosedur karantina merupakan upaya bersama dalam menjaga kesehatan komoditas, melindungi wilayah dari ancaman penyakit, serta mendukung perdagangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Bolivia Umumkan Status Daru...
Luar Negeri
Tailan Tutup Perbatasannya ...

Workshop Capital Market Journalist

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Workshop Capital Market Jou...

Warga Depok Dapat Memanfaatkan IKD

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Warga Depok Dapat Memanfaat...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.