Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fenomena Usia Muda Banyak Terpapar Covid-19 Dikaji

📅 Sabtu, 26 Jun 2021, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fenomena Usia Muda Banyak Terpapar Covid-19 Dikaji Doc: Sumber: Covid19.go.id

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan sedang melakukan kajian terkait fenomena bertambahnya orang dengan usia muda terpapar Covid-19. Salah satu yang dikaji yakni mengenai tingkat keparahan usia muda yang terpapar Covid-19.

"Mengenai usia muda memang kita melihat bahwa ada gejala usia muda masuk. Sekarang kita sedang melakukan penelitian," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers daring dipantau di Jakarta, Jumat (25/6).

Menkes menyampaikan datanya di seluruh dunia untuk usia di bawah 18 tahun itu 99 persen lebih sembuh dibandingkan dengan usia yang di atas 18 tahun.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Alexander Ginting mengatakan peristiwa lonjakan pasien yang didominasi usia muda dengan mobilitas yang tinggi saat ini cenderung mengalami peningkatan jumlah, seperti yang terjadi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok, Jawa Barat. "Benar belakangan ini lonjakan kasus terjadi di usia yang lebih muda, yang lebih mobile," ujarnya.

Lonjakan Pasien

Menurut dia, peristiwa lonjakan pasien di RSUI itu memperlihatkan perubahan karakter SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang cenderung menyerang usia muda. "Peristiwa di RSUI menandakan ada perubahan karakter virus yang terus berevolusi dan bermutasi," katanya.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta peningkatan kewaspadaan bahaya penularan Covid-19 pada anak-anak ditingkatkan mengingat kasus di usia nol hingga 18 tahun terus bertambah.

"Saat ini sudah mulai terlihat anak-anak yang mendapat perawatan dan isolasi di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Oleh karena itu kewaspadaan yang tinggi harus diterapkan guna mencegah penularan lebih luas lagi," katanya.

Yang lebih memprihatinkan, ujar dia, mengutip data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tingkat kematian atau case fatality rate anak terkonfirmasi Covid-19 mencapai tiga hingga lima persen.

Lebih jauh Menkes menyebut bahwa selesainya masa pandemi Covid-19 di Indonesia amat bergantung pada sebaik apa upaya yang dilakukan oleh seluruh pihak, termasuk diri masih-masing pribadi dalam menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus korona.

"Setelah saya melihat pola pandemic, ini semua bergantung kepada kita. Berapa lama pandemi akan terus ada itu bergantung pada kita. Berapa banyak kasusnya akan naik itu tergantung kepada kita. Berapa banyak orang, saudara-saudara kita, dan tenaga kesehatan yang masuk ke rumah sakit itu juga bergantung kepada kita," kata Budi.

Menkes menjelaskan bahwa kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, yakni mengenakan masker, menjaga jarak, rutin mencuci tangan, dan menghindari kerumunan merupakan hal krusial dalam upaya mencegah semakin meluasnya penularan Covid-19.

Oleh karena itu, Menkes kembali meminta seluruh masyarakat untuk berdiam diri di rumah sebagaimana instruksi pemerintah untuk melindungi diri dan sesama dari penularan Covid-19.

"Teman-teman, mari kita tinggal di rumah, karena dengan kita tinggal di rumah, di masa-masa ini, bukan hanya kita melindungi diri kita, tapi kita melindungi keluarga kita, tetangga, rakyat Indonesia, dan seluruh umat manusia di dunia," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.