Bergotong Royong Menjadikan Kota Lebih Sehat
📅 Sabtu, 26 Jun 2021, 09:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBerapa warga yang sudah divaksinasi?
Vaksinasi kepada lansia di Surabaya telah mencapai sekitar 83 persen. Sementara itu, untuk pelayanan publik, vaksinasi telah mencapai target. Diharapkan akhir Juni untuk lansia bisa selesai 100 persen. Dinkes juga melakukan pemeriksaan skrining kesehatan bagi lansia sesuai dengan standar pelayanan minimal bagi lansia.
Setelah Mei?
Setelah akhir Mei, dilakukan vaksin tahap 3, yang menyasar kelompok disabilitas, orang dengan gangguan jiwa serta masyarakat geospasial seperti masyarakat berpenghasilan rendah. Selain vaksinasi tahap 3, juga dilakukan vaksin gotong-royong. Vaksinasi ini akan menyasar para karyawan yang bekerja di perusahaan. Ada 72 perusahaan dengan total 110 ribu sasaran yang sudah mendaftarkan untuk vaksin gotong-rotong.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bisa dijelaskan Positivity Rate Covid-19 di Surabaya?
Angka Positivity Rate Covid-19 naik menjadi 9 persen di tingkatan kota. Padahal, sebelumnya terutama sebelum lebaran, angka Positivity Rate Covid-19 di Surabaya masih di kisaran 5 persen atau dalam posisi aman. Nah, ketika ada kenaikan dari 5 persen ke 9 persen secara total Surabaya, maka berarti ini alarm dan warning buat kita. Sedikit kita lengah, cepat ini berangkatnya (kasus Covid-19), berarti kita harus hati-hati, harus warning betul. Semua harus tetap menjaga protokol kesehatan.
Bagaimana dengan tingkat hunian rumah sakit?
Kenaikan kasus Covid-19 ini terjadi H+14 pascalibur lebaran. Meski ada kenaikan kasus Covid-19, Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit Surabaya tetap terkendali. Data Dinkes Surabaya mencatat, BOR di RS saat ini 14 persen. Sebelum lebaran, BOR di RS 13 persen. Sedangkan pascalebaran 14 persen.
Apa yang dilakukan menghadapi kondisi ini?
Pemkot Surabaya tanggap dan gerak cepat untuk terus mengantisipasinya. Salah satunya dengan memasifkan kembali tes swab massal. Kami sudah sepakat dengan Satgas Covid-19 di Surabaya mulai dari Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan Danrem untuk memasifkan kembali tes swab massal ini. Maka tidak hanya di pasar-pasar, mal-mal yang juga ada kerumunan, kita akan lakukan tes juga. Bahkan, semua tempat yang ada kerumunannya, termasuk di warung-warung kita akan tes. Dengan begitu, warga bisa semakin taat prokes, sehingga Covid-19 di Surabaya bisa ditekan. Jadi, swab hunter, swab massal, baik di mall, pasar maupun tempat kerumunan dan di daerah Suramadu, terus berbarengan semuanya. Hal ini penting dilakukan untuk menekan Covid-19 di Surabaya.
Bagaimana dengan penerapan jam malam?
Berdasarkan keputusan bersama, PPKM Mikro dan jam malam harus tetap dijalankan. Ketika Kapolres dan Danrem memberikan arahan tidak boleh, pemkot juga mengatakan tidak boleh, karena kita satu suara. Saya ajak warga, ayo kita jaga bareng-bareng kota ni, selalu protokol kesehatan. Saya juga minta tolong kepada teman-teman media untuk selalu mengingatkan dan menginformasikan supaya warga selalu menjaga prokes.
Apa saja isi pakta integritas?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!