Bergotong Royong Menjadikan Kota Lebih Sehat
Sabtu, 26 Jun 2021, 09:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSejak dimulainya screening pada Sabtu (5/6) lalu hingga dihentikan penyekatan, Satgas Covid-19 telah melaksanakan rapid antigen kepada 27.839 pengendara. Ada 595 orang yang reaktif/positif. Kemudian kami tindaklanjuti dengan swab PCR. Ditambah pengendara yang dalam kondisi tidak sehat atau sakit, total untuk swab PCR ini sudah dilakukan kepada 953 orang. Adapun hasil swab PCR ada 354 orang yang positif.
Masyarakat Madura banyak protes. Mengapa?
Antara Surabaya dan Bangkalan tidak bisa dipisahkan, karena kekuatan yang dimiliki untuk menangani Covid-19 ini adalah kebersamaan. Kita sadar betul dengan kondisi Bangkalan saat ini yang masuk zona merah. Surabaya sudah pernah mengalami zona merah juga. Makanya, sebagai saudara kita harus saling melengkapi dan membantu, sehingga nanti nakes kita perbantukan ke Bangkalan.
Mereka protes karena belum menyadari saja betapa bahayanya Covid.
Terkait rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM), bisa dijelaskan persiapan yang dilakukan?
Kami sudah rapat koordinasi persiapan PTM melalui virtual, diikuti seluruh Kepala Sekolah SD-SMP se-Surabaya.
Hasilnya?
Ada beberapa penekanan sebelum sekolah tatap muka dibuka. Pertama terkait penyesuaian jam belajar di kelas nantinya dapat selesai sebelum pukul 12.00 WIB. Kedua, protokol kesehatan pakai masker juga harus dipastikan. Ketiga, tidak ada jam istirahat, atau keluar ke kantin. Anak-anak harus membawa bekal. Kalau ada orang tua yang masih ragu anaknya sekolah tatap muka, kita tetap memfasilitasi. Tatap muka dan daring sama-sama kita fasilitasi.
Berapa yang masuk?
Murid di kelas, diatur 25 persen apabila wilayah sekolah dalam kategori zona oranye. Kalau zona kuning atau hijau mungkin bisa dinaikkan (jumlah siswa). Juga memastikan setiap guru yang mengajar PTM telah mengikuti dua kali vaksin. Apabila belum, para guru dan karyawan di sekolah tersebut dapat didata dan disampaikan ke Dispendik Surabaya.
Bagaimana upaya meningkatkan kualitas guru?
Kami kembali mendorong guru mengikuti sertifikasi. Harapannya, kualitas pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta di Surabaya sama. Para Kepala Sekolah sudah diminta mendata setiap guru yang belum mengikuti sertifikasi.
Terkait inovasi layanan, apa yang sudah dilakukan?
Pemkot sudah menyediakan 185 titik layanan administrasi kependudukan. Pengurusan saat ini cukup dilakukan di kelurahan dan kecamatan. Sebelumnya pelayanan di Gedung Siola, hanya membuka 30 titik pelayanan. Harapan kami warga semakin dimudahkan karena dekat dengan rumahnya.
Jenis layanan apa saja yang bisa diurus di kelurahan?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!