Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Inovasi Bukan Transaksi

📅 Sabtu, 12 Jun 2021, 09:04 WIB | Oleh:

BRIN sendiri bukan LPNK meski bukan kementerian. Kami lembaga pemerintah. Kami memiliki fungsi perumusan dan kebijakan yang bukan ranah Kemendikbudristek.

BRIN juga mengonsolidasikan badan Litbang di kementerian dan lembaga. Bagaimana progresnya sejauh ini?

Untuk program terkait riset dan inovasi di berbagai unit kelitbangan itu sudah sesuai arahan Presiden dan penegasan Menteri Keuangan ke kami langsung, itu akan dikelola oleh BRIN. Bukan dikoordinasikan, tapi langsung diintegrasikan. Proses itu sedang berjalan.

Nanti setelah 11 Juni tim dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menyisir lagi baik program maupun anggaran.

Untuk pengelolaan itu tidak perlu regulasi lain sebab secara prinsip seluruh litbang diintegrasikan ke dalam BRIN sebagaimana LPNK.

Pengelolaan ini penting juga untuk anggaran BRIN pada tahun 2022 nanti. Secara paralel sudah ketemu dengan pimpinan kementerian. Jadi kita kurang lebih tahu opsi yang diambil kementerian.

Terkait Covid-19 ini, apakah Konsorsium Riset Penanganan Covid-19 serta Vaksin Merah Putih masih berada dalam koordinasi BRIN?

Itu masih berada di BRIN. Khusus Vaksin Merah Putih, selama sebulan sudah evaluasi secara mendalam. Vaksin Merah Putih dikembangkan 7 tim dengan platform dan progres berbeda.

Pengembangan vaksin tahapannya panjang, kegagalan bisa terjadi di setiap proses. Saat ini berprogres lebih cepat itu di Universitas Airlangga berbasis inactivated virus. Kedua, vaksin dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yaitu vaksin berbasis protein rekombinan.

Untuk uji klinis saat ini vaksin merah putih pertengahan 2022, Unair bermitra dengan Biotis, sedangkan Eijkman dengan Biofarma.

Meski 2022, vaksin kebutuhannya besar sekali dan kita juga masih berebut dengan negara lain. Sudah koordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Kementerian Kesehatan untuk melihat situasi dalam membuat strategi Vaksin Merah Putih maupun vaksin made in Indonesia yang bibit vaksinnya kita beli dari luar negeri.

Potensi pengembangan bibit vaksin dari luar, BRIN mendukung. Meski lisensi dalam negeri, diharapkan tim kami dilibatkan agar ada pembelajaran. Banyak proses periset indonesia belum terlibat.

Apa saja tantangan dalam pengembangan Vaksin Merah Putih?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kemenbud Laksanakan Revitalisasi 159 Aset Budaya

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenbud Laksanakan Revital...
Rona
Bayu Skak Hadirkan Film Kom...
Luar Negeri
Tiongkok Berencana Perluas ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.