Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Hustle Culture, Gaya Hidup Bagi si Penggila Kerja Atau Hanya Sekedar Budak Korporat?

📅 Senin, 19 Apr 2021, 10:15 WIB | Oleh:
Fenomena <i>Hustle Culture</i>, Gaya Hidup Bagi si Penggila Kerja Atau Hanya Sekedar Budak Korporat? Doc: Istimewa

Bagi kaum milenial, bekerja di usia produktif kini seperti menjadi keharusan. Banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi kadang menjadikan anak muda harus terus bekerja dan menjadi, sehingga kehilangan waktu untuk diri sendiri dan beristirahat. Bahkan aktivitas bekerja kini bagai kegiatan utama, banyak yang menyebutnya sebagai "budak korporat".

Apa itu Hustle Culture?

Hustle culture adalah gaya hidup yang mendorong seseorang untuk bekerja secara terus menerus, tak peduli kapanpun dan dimanapun. Hustle culture diibaratkan sebagai standar dalam masyarakat yang menganggap bahwa Anda hanya bisa sukses jika Anda sepenuhnya mendedikasikan hidup untuk pekerjaan dan bekerja sekeras-kerasnya.

Pernahkah Anda melihat rekan Anda terus bekerja sampai pagi, dan hanya sedikit tidur dan kurang liburan? Bila ya, tentunya dengan kebanyakan bekerja dan mengabaikan kesehatan akan membawa dampak buruk bagi kesehatan dan mental. Hustle culture dilakukan bukan karena kemauan, tapi kebutuhan.

Fenomena ini tidak tidak baik untuk keseimbangan hidup Anda. Tidak adanya keseimbangan dalam aspek kehidupan seperti dari sisi kesehatan, pekerjaan dan kesejahteraan emosional bisa memicu banyak masalah di hidup Anda.

Dampak Hustle Culture

Bagi Anda yang memegang teguh hustle culture akan merasa termotivasi untuk bekerja secara terus menerus. Merasa harus memenuhi standar hustle culture, Anda akan terus menerus menyanggupi segala pekerjaan yang ditawarkan.

Namun, dampak buruk yang bisa Anda rasakan dari hustle culture adalah sebagai berikut:

  • Stres berlebihan
  • Penyakit fisik
  • Depresi
  • Tidak ada waktu untuk kehidupan pribadi
  • Dan lain-lain

Hustle culture juga bisa membuat Anda cenderung lebih berfokus pada hasil dibandingkan dengan proses. Padahal melalui proses itulah, Anda akan belajar banyak hal dan lebih bijak dalam melihat sesuatu ke depannya. Bahkan, jika hasil yang didapatkan tidak sesuai dari apa yang telah mereka korbankan, bahayanya bisa memicu depresi. Tekanan eksternal dan internal ini pada akhirnya hanya akan menjadi bumerang buat Anda dan secara perlahan melemahkan kemampuan Anda.

Cara Mengatasi Hustle Culture

Termotivasi untuk bekerja keras memang tidak salah, namun bila dilakukan tanpa henti hal tersebut hanya akan menjadi toxic bagi diri Anda. Berikut beberapa tips mengatasi hustle culture:

  • Membuat daftar prioritas yang berisi hal benar-benar dan penting dan berkomitmen pada daftar tersebut
  • Membatasi diri dengan sesama hustler
  • Apresiasi diri Anda
  • Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas kesukaan di luar masalah pekerjaan agar tercipta work-life balance
  • Pahami bahwa multitasking membuat pekerjaan menjadi tidak efektif
  • Membuat jadawal harian untuk menyelesaikan 1-3 hal yang memang penting diselesaikan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.