Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Milenial Sering Menyebut Ini, Yuk Kenali Ciri-ciri dan Dampak Hustle Culture

📅 Jumat, 10 Des 2021, 17:50 WIB | Oleh:
Milenial Sering Menyebut Ini, Yuk Kenali Ciri-ciri dan Dampak Hustle Culture Doc: istimewa

Bekerja terus-menerus tanpa kenal waktu? Seolah ingin mengejar sesuatu untuk menunjukkan diri mengikuti ritme kehidupan terutama dunia maya.

Ditambah, di era digital seperti ini, seringkali Anda merasa sulit punya ruang dengan padatnya aktivitas. Tetapi di samping itu, dengan banyaknya aktivitas Anda justru merasa itu sebagai hal yang berharga. Mungkin saja beberapa hal yang Anda alami itu termasuk dalam hustle culture.

Hustle culture adalah kondisi ketika seseorang merasa berharga dengan padatnya aktivitas. Dengan ritme dan intensitas perubahan yang sangat tinggi, individu itu mendedikasikan hidupnya untuk sebuah kesuksesan.

Adapun istilah hustle culture ini sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1970-an. Fenomena ini juga memasuki pusaran dunia hiperrealitas dan merenggut kemerdekaan sebagai manusia.

Kondisi semacam ini erat kaitannya dengan digital well-being (DWB) atau biasa disebut dengan kesejahteraan digital. Kesejahteraan manusia diatur oleh jadwal yang sangat padat serta efek negatif dari penggunaan media digital.

Bagi Anda yang telah mengalami hustle culture ini akan merusak Work-Life Balance (keseimbangan waktu dalam bekerja dan melepas penat). Hustle culture membuat para penganut yang mengalaminya harus bekerja lebih keras dengan harapan dapat menghasilkan penghasilan yang lebih besar.

Dampak jangka panjang dari hustle culture adalah pada gangguan kesehatan mental. Saat Anda bekerja melebihi batas normal ini tentu bisa mengganggu kesehatan mental dan emosional. Sehingga Anda juga merasa kurang bahagia dengan rutinitas harian.

Di samping gangguan pada mental, hustle culture juga menyebabkan gangguan pada kesehatan fisik. Bagi yang menerapkan hustle culture, hal ini akan berdampak negatif pada fisik, terutama pada kualitas tidur. Kelelahan bahkan bisa berujung pada kematian jika saat Anda bekerja tidak segera mengatasi kebiasaan ini.

Sebaiknya bagi Anda yang sudah terjebak dalam hustle culture segera menetapkan prioritas dan tujuan dalam bekerja. Tujuannya agar tercipta work-life balance, Anda pun bisa sehat secara mental maupun fisik.

Dengan Work-Life balance, Anda bisa mengetahui hal yang perlu ditinggalkan, hal yang harus dikerjakan, juga punya waktu yang baik bagi diri sendiri. Skala prioritas akan berpengaruh pada pendapatan. Jika Anda selalu punya skala prioritas dalam segala aktivitas, Anda akan paham mana yang tidak perlu dilakukan juga mana yang harus dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.