Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Denpasar: Bali Berpotensi Terjadi Fenomena La Nina

📅 Senin, 02 Nov 2020, 14:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Denpasar: Bali Berpotensi Terjadi Fenomena La Nina Doc: Antara/Ayu Khania Pranisitha.
Ket. Ilustrasi-situasi di pantai Petitenget, Kuta Utara Badung.

DENPASAR - Kepala Bidang Data BMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman mengatakan bahwa beberapa wilayah di Bali berpotensi terjadi fenomena La Nina.

"Di Bali baru mulai musim hujan itu kemarin, dasarian ketiga, tapi kalau ini konsisten sudah masuk dari bulan Oktober. Sebelum masuk bulan Oktober juga sudah ada hujan, di Jembrana hampir tiap hari, Bali memang jadi salah satu provinsi yang terpengaruh La Nina, tapi paling banyak terpengaruh itu Indonesia bagian timur karena dekat dengan Pasifik," kata Iman saat dihubungi melalui telepon di Denpasar, Senin.

Ia menjelaskan bahwa La Nina sebenarnya fenomena global, karena adanya penurunan suhu muka laut di lautan Pasifik, sehingga menyebabkan suhu lebih hangat justru di sebelah baratnya Pasifik.

"Suhu muka laut di Indonesia hangat otomatis tekanan udaranya di Indonesia akan rendah, kalau suhu dingin di Pasifik tekanannya akan jadi lebih tinggi. Jadi angin akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, artinya akan bergerak dari pasifik ke Indonesia," katanya.

Angin yang berasal dari Pasifik mengandung uap air dan punya massa udara basah, dengan kondisi Indonesia memasuki musim hujan, maka uap air akan bertambah yang berasal dari pasifik menuju Indonesia.

Iman mengatakan untuk besaran potensinya tergantung dari masing-masing lokasi. Kalau lokasinya cukup basah banyak hujannya, curah hujan akan bertambah, seperti Bali sampai akhir tahun, sedang terpengaruh La Nina cuma bervariasi kekuatannya.

"Saat ini La Nina indeksnya sudah menuju moderat, sebelumnya di bulan Juli itu lemah dan sekarang cukup signifikan apalagi moderat. Walaupun sekarang -1,02 indeksnya masih kecil, jadi kalau moderat itu -1 sampai -1,5 kalau lemah -0,5 sampai -1. Sekarang posisinya -1,02. Kalau masih di antara -0,5 sampai -1 masih normal," ucapnya.

Untuk fenomena La Nina ini berpotensi menyebabkan naiknya curah hujan dan meningkatnya intensitas hujan, sehingga berpotensi untuk wilayah-wilayah bencana tanah longsor, banjir yang sebelumnya sudah terjadi, seperti daerah Karangasem, Tabanan, dan wilayah lainnya.

Ia mengatakan dalam mengantisipasi fenomena ini, untuk membersihkan dan mengoptimalisasi saluran air atau bisa membuat biopori di masing-masing rumah tangga.

"Aktivitas melaut harus diwaspadai juga, laut saat ini gelombang ke selatan potensinya di atas 2 meter, tapi biasanya kalau di musim hujan gelombang itu tidak akan setinggi di musim kemarau. Tetapi perlu mewaspadai kalau ada gangguan siklon. Itu yang menyebabkan angin kencang dan gelombang tinggi," katanya. Ant/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.