Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Akselerasi Industri Motor Listrik

📅 Selasa, 03 Sep 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Akselerasi Industri Motor Listrik Doc: koran jakarta/ones

oleh totok siswantara

Pemerintah menargetkan pertumbuhan produksi sepeda motor dari 7 juta pada tahun 2018 menjadi 10 juta tahun 2025. Dari jumlah itu, 20 persennya (2 juta) berjenis listrik. Satu juta di antaranya akan diekspor. Untuk itu, dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Perpres menetapkan seperti insentif tarif impor untuk motor listrik (EV) berbasis baterai, infrastruktur pendukung, dan pajak investasi industri komponen. Untuk itu, segera akan disiapkan industri pendukung agar mampu meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri. Ini terutama penyiapan industri Power Control Unit (PCU), motor listrik, dan baterai.

EV merupakan alat transportasi menggunakan motor listrik (DC) sebagai penggeraknya. Dari segi konstruksi dan sistem transmisi, EV relatif lebih sederhana dari motor berbahan bakar BBM. Diperlukan riset dan pengembangan untuk mempercepat industri EV. Platform juga terkait spesifikasi desain dan optimasi produksi komponen.

Platform mencakup technology development phase untuk mengukur potensi pengembang EV yang sudah ada. Platform diperlukan agar di antara produsen tidak berantem, tapi tumbuh bersama. Pertimbangan utama perlunya platform untuk sinergi keterkaitan desain penggerak mula, sistem transmisi, hingga standarisasi industri turunan untuk mendukung produksi.

Pengembangan EV paling signikan terkait adalah komponen penyimpan energi dan pembuatan sistem transmisi. Transmisi, khusunya gear box bisa menjadi masalah krusial, maka harus disiapkan dengan sungguh-sungguh.

Sebagai gambaran, sistem planetary gear box paling sederhana dalam jenis EV. Bagain penting desain adalah roda gigi planet, roda gigi matahari, roda gigi ring, serta jarak sumbu roda gigi. Selain itu, perbandingan putaran juga sangat penting dalam sebuah sistem gear box.

Sistem transmisi pada kendaraan berfungsi untuk meneruskan daya dari sumber penggerak kendaraan ke roda dengan mengatur putaran sesuai tingkat kecepatan yang diinginkan. Sumber penggerak pada mobil listrik berupa motor listrik berbeda dengan penggerak pada mobil konvensional yang berupa mesin motor bakar.

Percontohan

Kementerian Perindustrian dan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) membuat proyek percontohan sebagai salah satu langkah mempercepat penggunaan kendaraan listrik. NEDO adalah organisasi manajemen publik terbesar Jepang yang mempromosikan penelitian, pengembangan teknologi.

Dalam pilot project ini akan dilaksanakan demontrasi dan studi kendaraan listrik yang akan dilaksanakan di Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Provinsi Bali. Demontrasi juga melibatkan Gojek dan Grab yang mewakili pengguna EV. Keterlibatan keduanya untuk mengakselerasi peningkatan penggunaan EV karena kedua perusahaan tersebut mempunyai puluhan juta pengguna aktif dan ratusan ribu mitra pengemudi.

Proyek demontrasi EV akan dilakukan melalui skema leasing kepada konsumen langsung (business to consumer) serta oleh pelaku bisnis (business to business) yang melibatkan 300 EV, 1.000 baterai, 40 baterai exchanger station dan 4 mobil listrik (mikro EV).

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah terus berupaya mempercepat pertumbuhan industri EV dalam negeri. Upaya ini selaras dengan tren dunia yang terus bergerak ke penggunaan kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.

Kebijakan pengembangan kendaraan ramah lingkungan tidak terlepas dari komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi CO2 sebesar 29 persen secara mandiri dan 41persen emisi CO2 dengan dukungan internasional tahun 2030. Juga menjaga energi khususnya sektor transportasi darat, mewujudukan lingkungan hidup sehat, serta mengembangkan nilai tambah industri otomotif.

Langkah itu diperkuat dengan studi tentang EV dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), ITB, Universitas Udayana, UI, dan Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Kemenperin. Studi mencakup technical performance, customer acceptance, industrial and social impact untuk menyusun rekomendasi kebijakan pengembangan EV.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.