Sehat dan Bermanfaat di Gentala Arasy Jambi
📅 Sabtu, 18 Mei 2019, 01:00 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupUntuk masuk ke museum ini pengunjung mesti membayar 2.000 rupiah bagi anak-anak dan 3.000 rupiah untuk dewasa. Museum buka setiap hari. Khusus Senin sampai Jumat museum buka dari pukul 07.00 sampai pukul 4 sore, sedang akhir pekan museum buka sampai pukul 12.00.
Paket wisata terakhir, untuk kembali ke seberang pengunjung bisa menggunakan jasa perahu kecil atau getek. Untuk menaiki ini pengunjung cukup mengeluarkan 10.000 rupiah sampai 20.000 rupiah.
Meski jembatan khusus penyeberangan telah membentang, tapi masih banyak perahu yang mengantar orang ke seberang. Menurut salah seorang pemilik getek, Sirudi, menaiki perahu seusai menyusuri jembatan sudah seperti kewajiban. "Kalau dibilang sepi tidak juga, karena banyak yang gak mau cape. Jadi masih tetap bisa antar orang ke seberang," jelasnya.
Akses untuk menuju Gentala Arasy ini tidaklah sulit karena terletak di pusat Kota Jambi.
Anda bisa menggunakan pesawat udara Garuda Indonesia, Citilink atau Sriwijaya Air menuju Bandara Sultan Taha. Dari Bandara, waktu tempuh sekitar 30 menit berkendara. Teknologi peta online bisa membantu mencapai tempat ini. Selain itu, di Jambi juga sudah ada ojek online yang bisa memudahkan para pelancong.
Pilihan waktu untuk menikmati paket wisata Gentala Arasy ini adalah pagi, sore, atau malam hari agar terhindar dari terik matahari. Sayang, saat Koran Jakarta berencana menikmati Gentala Arasy saat malam hari, lampu yang biasa mempercantik jembatan tak menyala sehingga jembatan hanya remang. ruf/E-3
Menengok Jambi lewat Museum
Mengunjungi sebuah kota, tak lengkap rasanya tanpa mengenali lebih jauh kota tersebut. Tak hanya mengenal hal-hal bersifat material, tapi juga sosial. Tanpa itu, kunjungan terasa singkat dan terasa biasa saja.
Adalah Jambi, salah satu kota di Pulau Sumatera. Kota yang juga menjadi Ibu Kota Provinsi Jambi ini memiliki lanskap sosial yang menarik.
Secara sepintas, tak sulit memahami kota yang dilalui Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Di satu sisi sungai, lanksap sosial lebih terasa kehidupan modern. Jambi bagian tersebut, tak ubahnya kota-kota modern di Jawa. Sedangkan di sisi sungai yang lain, terhampar kehidupan tradisional yang tenang. Rumah-rumah panggung masih tegak berdiri.
Bagi yang tak memiliki waktu cukup untuk mengenai Jambi, ada baiknya Anda mengunjungi museum. Salah satu museum yang memamerkan hal-hal berbau sejarah tentang Jambi yaitu, Museum Gentala Arasy.
Perjalanan ke museum tersebut cukup menarik. Terdapat dua pilihan yaitu menyeberangi jembatan Gentala Arasy khusus pejalan kaki yang sekaligus ikon Kota Jambi, atau menaiki perahu yang orang sekitar biasa menyebut Getek.
Museum Gentala Arasy cukup unik. Jika museum-museum lain memiliki ruangan besar dengan banyak ruangan, Museum Gentala Arasy tampak mungil dengan satu ruang pamer berbentuk lingkaran.
Meski begitu, Museum Gentala Arasy menyediakan koleksi yang menarik. Mulai dari depan terdapat beduk dan Al Quran raksasa. Hal ini jadi tanda bahwa Jambi merupakan bagian terpenting dari perkembangan negara Islam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!